Jakarta, BN Nasional – Menurut Hasto, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak menanggapi secara serius kejadian tersebut.
“Bu Mega menanggapi hal-hal yang strategis. Bagi kami (pernyataan Jokowi) itu ice breaking,” ujar Hasto di sela-sela acara Festival Kopi Nusantara, Lapangan Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta pada Jumat (27/5/2022).
Hasto menegaskan, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden hanya dapat diusung partai politik sebagaimana amanat UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Bahkan, aturan itu menyebut parpol atau gabungan parpol yang memiliki 20 persen kursi di DPR.
“Dalam proses pencalonan partai politik ataupun gabungan partai politik,” tegas Hasto.
Lebih lanjut Hasto memastikan Megawati bakal mengajak Jokowi untuk membahas, menentukan dan memutuskan calon presiden dan wakil presiden yang diusung PDIP. Pembahasan ini akan dilakukan di waktu tepat dan dalam situasi penuh keheningan.
“Pak Jokowi sebagai kader PDIP ya tentu saja secara periodik bertemu dengan Bu Mega,” kata dia.
Hasto belum memastikan waktu pembahasan capres dan cawapres antara Megawati dan Presiden Jokowi. Yang jelas, kata dia, pembahasannya tidak bisa dilakukan di pinggir jalan, tetapi harus di tempat hening.
“Membahas calon presiden dan wapres tidak bisa dilakukan di pinggir jalan. Itu harus dilakukan di tempat hening sehingga bisa berkontemplasi untuk melihat secara jernih terhadap apa yang dimaksudkan oleh Bung Karno dengan amanat penderitaan rakyat,” ungkap Hasto.





