JAKARTA, BN NASIONAL
INDONESIA berupaya mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 dengan menurunkan emisi gas rumah kaca. Salah satu strategi utama adalah mendorong penggunaan kendaraan listrik 100% dan menghentikan impor Bahan Bakar Minyak (BBM).
Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Kelistrikan, Sripeni Inten Cahyani, menyampaikan bahwa penghentian impor BBM sesuai dengan Grand Energy Strategy Nasional 2020-2040.
“Salah satu targetnya adalah menghentikan impor BBM pada 2030,” ujar Inten dalam sebuah acara di Jakarta.
Koordinator Penyiapan Program Konservasi Energi Kementerian ESDM, Qatro Romandhi, menambahkan bahwa transisi dari bahan bakar fosil ke listrik di sektor transportasi dapat mengurangi emisi CO2.
“Pada 2022, penurunan emisi CO2 sudah mencapai 91,5 juta ton. Kami menargetkan pengurangan hingga 358 juta ton CO2 pada 2030,” jelas Qatro.
Untuk mendorong elektrifikasi, pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun tentang Konservasi Energi. Regulasi ini d iharapkan dapat meningkatkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
“Kami berharap pada 2035 motor listrik dan mobil listrik sudah 100 persen d igunakan. Namun ini masih dalam kajian kami untuk mencapai NZE 2060,” tambah Qatro.
Pemerintah juga fokus pada pengembangan infrastruktur pendukung kendaraan listrik, seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), baterai, dan komponen lainnya.
“Ini bagian dari upaya menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang utuh,” kata Qatro.
Grand Energy Strategy Nasional bertujuan untuk memastikan transisi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, sejalan dengan komitmen global Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.
Dengan target ambisius ini, Indonesia berharap dapat memimpin perubahan menuju masa depan yang lebih bersih dan hijau.(*)





