Istana Wakil Presiden di IKN Terbagi dalam Lima Zonasi Utama

Jakarta, BN Nasional – Hasil sayembara arsitektur untuk berbagai fasilitas gedung dan kawasan di Ibu Kota Nusantara yang telah diumumkan pada awal bulan Juli 2022, telah memutuskan beberapa pemenang kategori yang disayembarakan.

Salah satunya, kawasan dan gedung Istana Wakil Presiden (Wapres) yang mencerminkan tempat beraktivitas, mulai dari istana tempat bekerja dan menerima tamu-tamu negara, rumah kediaman, gedung pengamanan Paspampres dan fasilitas ibadah berupa masjid.

Kehadiran karya hasil sayembara arsitektur Istana Wakil Presiden dari pemenang ketiga Arsitek Budi Pradono, setidaknya akan mengambarkan wajah ibu kota baru yang harus menyesuaikan dengan berbagai potensi di Indonesia dan kondisi alam Kalimantan yang bernuansa hutan.

Budi Pradono bersama timnya merancang Istana Wakil Presiden sebagai suatu komplek bangunan berarsitektur modern yang penuh makna, sebagai tempat kedudukan orang kedua di Indonesia.

Baca juga  Ekonomi Indonesia Diperkirakan Tumbuh Di Atas Rata-Rata Global

“Sebagai sebuah simbol negara, istana ini dirancang sebagai representasi negara dengan kewibawaan, ketegasan dan berkeadilan,” kata Budi Pradono, dalam seminar online mengenai hasil rancangan pemenang sayembara arsitektur Istana Wakil Presiden, Kamis (25/8/2022).

Budi Pradono menyebut desain istana rancangannya sebagai Dwiarya Wibawa. Komplek istana ini dirancang dalam lima zonasi utama, dan gedung istana ditempatkan pada lokasi paling tertinggi yang dikelilingi dengan hutan konservasi dan memperhitungkan kondisi kontur alami yang tetap dipertahankan.

Selanjutnya, fungsi kelangkapan seperti komplek gedung kesekretariatan Wapres, gedung kantor dan rumah dinas Wapres ditempatkan di sisi utara barat laut.

“Kawasan Istana Wapres di IKN Nusantara dirancang untuk penyelenggaraan pertemuan kenegaraan yang ide dasarnya berbentuk oval simbol dari bunga Rafflesia Arnoldi dengan lima kelopak yang sedang mekar,” imbuh Budi Pradono.

Baca juga  Terima 4 Bintang Kehormatan, Prabowo Berterima Kasih kepada Jokowi

Di sekitar istana terdapat ruang terbuka hijau yang memanfaatkan kontur yang ada, menggunakan pilotis untuk mempertahankan area hijau lebih banyak. “Hal ini sejalan dengan dengan konsep urban lansekap di kawasan utama IKN Nusantara,” tandasnya.

Salah satu juri sayembara perencanaan ibu kota baru dari ITB, Budi Faisal, menggambarkan perbandingan antara ruang terbuka hijau dengan bangunannya dibuat untuk menunjang arsitektur gedung pemerintah yang monumental.

“Detail masing-masing ruang terbuka di sesuaikan dengan kebutuhan fungsi desain bangunan yang berbeda, namun tetap memiliki kesatuan konsep harmoni dalam kawasannya,” imbuhnya.

 

Sumber: Investor Daily