JAKARTA, BN NASINOAL
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan tanggapan terhadap program 3 juta rumah yang d iusung oleh pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Basuki, program tersebut merupakan langkah positif untuk mengatasi backlog rumah yang mencapai 12,7 juta. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi terkait rencana tersebut.
“Belum ada obrolan. Belum d ibahas. Dulu program Pak Jokowi 1 juta rumah, itu sudah kami capai lebih dari 1 juta rumah,” katanya di Kantor Kementerian PUPR di Jakarta.
Meskipun belum d ibahas secara resmi, Basuki menilai program tersebut positif. Namun, dia juga menekankan bahwa program pembangunan 3 juta rumah akan berdampak pada peningkatan anggaran yang signifikan.
Biaya pembangunan satu unit rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah saat ini mencapai Rp144 juta, dan menyerap anggaran sebesar Rp144 triliun.
Prabowo Subianto berjanji akan membangun 3 juta rumah jika terpilih sebagai presiden, dengan pembagian 1 juta rumah di pedesaan, 1 juta di perkotaan, dan 1 juta di daerah pesisir. Janji ini termasuk dalam rencana besar yang d isebut sebagai Strategi Transformasi Bangsa, yang dia usung bersama pasangannya, Gibran Rakabuming Raka.
Rekapitulasi sementara KPU RI menunjukkan bahwa pasangan Prabowo-Gibran memperoleh 59,48 persen suara hingga Rabu (13/03/2024) pukul 13.00 WIB seperti d ikutip dari Antaranews.com.*[]





