31.2 C
Jakarta

NASA Menangkap Pertunjukan Matahari yang Epik

Published:

Solar Dynamics Observatory NASA menangkap gambar jilatan api matahari – seperti yang terlihat pada kilatan terang di sebelah kanan – pada tanggal 15 Mei 2024. Gambar tersebut menunjukkan bagian dari sinar ultraviolet ekstrem yang menyoroti material yang sangat panas dalam jilatan api dan diwarnai dengan warna teal. Kredit: NASA/SDO

Pada tanggal 15 Mei 2024, NASASolar Dynamics Observatory, yang terus memantau Matahari, menangkap gambar dua jilatan api matahari kelas X yang kuat. Yang pertama diklasifikasikan sebagai suar kelas X3.4 dan mencapai puncaknya pada 4:37 pagi ET. Suar kedua, diklasifikasikan sebagai X2.9, mencapai puncaknya pada 10:38 ET.

Suar matahari adalah semburan radiasi intens yang berasal dari pelepasan energi magnetis yang terkait dengan bintik matahari. Suar ini terlihat di seluruh spektrum elektromagnetik, mulai dari gelombang radio hingga sinar gamma, dan merupakan salah satu fenomena paling kuat di tata surya. Jika diarahkan ke Bumi, jilatan api matahari dapat memengaruhi planet kita dalam beberapa cara, termasuk mengganggu komunikasi satelit, memengaruhi pengoperasian jaringan listrik, dan meningkatkan tampilan aurora (Cahaya Utara dan Selatan).

Dampaknya terhadap Bumi terutama melibatkan interaksi radiasi matahari dengan medan magnet bumi, yang dapat menyebabkan badai geomagnetik. Badai ini dapat mengganggu teknologi dan infrastruktur serta membuat astronot dan penerbangan di ketinggian terpapar radiasi tingkat tinggi.

Solar Dynamics Observatory NASA menangkap gambar jilatan api matahari – seperti yang terlihat pada kilatan terang di sebelah kiri – pada tanggal 15 Mei 2024. Gambar tersebut menunjukkan bagian dari sinar ultraviolet ekstrem yang menyoroti material yang sangat panas dalam jilatan api dan diwarnai dengan warna teal. Kredit: NASA/SDO

Lidah api matahari dikategorikan berdasarkan intensitasnya dalam panjang gelombang sinar-X, mulai dari kelas A (yang paling lemah) hingga kelas X (yang terkuat). Setiap kelas memiliki peningkatan keluaran energi sepuluh kali lipat, dan dalam setiap kelas, skala yang lebih halus dari 1 hingga 9 semakin membedakan kekuatan suar. Suar kelas X adalah ledakan terbesar di tata surya dan dapat memicu pemadaman radio di seluruh planet dan badai radiasi yang berlangsung lama.

Solar Dynamics Observatory (SDO) NASA adalah misi yang didedikasikan untuk memahami pengaruh Matahari terhadap Bumi dan ruang Dekat Bumi dengan mempelajari atmosfer Matahari dalam skala kecil ruang dan waktu serta dalam banyak panjang gelombang secara bersamaan. Diluncurkan pada 11 Februari 2010, SDO merupakan bagian dari program Living With a Star (LWS) NASA.

Observatorium Dinamika Surya Nasa Yang Mengorbit Bumi

Gambar konsep artis dari satelit SDO yang mengorbit Bumi. Kredit: NASA

Observatorium ini dilengkapi dengan serangkaian instrumen yang memberikan observasi yang mengarah pada pemahaman yang lebih lengkap tentang dinamika matahari yang mendorong variabilitas di lingkungan bumi. Salah satu instrumen tersebut adalah Atmospheric Imaging Assembly (AIA), yang menghasilkan gambar piringan matahari dalam berbagai panjang gelombang setiap 12 detik, memberikan wawasan tentang struktur dan dinamika korona matahari. Instrumen penting lainnya, Helioseismic and Magnetic Imager (HMI), mempelajari variabilitas matahari dan mengkarakterisasi interior Matahari serta berbagai komponen aktivitas magnetis.

Data SDO sangat penting dalam membantu para ilmuwan memahami pengaruh Matahari terhadap Bumi dan lingkungan luar angkasa dengan mengamati jilatan api matahari, lontaran massa koronal (CME), dan fenomena matahari lainnya. Informasi ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan meramalkan kejadian cuaca luar angkasa yang dapat mempengaruhi operasi satelit, astronot, dan sistem berbasis Bumi.

Related articles

Recent articles

spot_img