Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Terima Kunjungan Pimpinan MADN, Simak Pembahasanya..

Jakarta, BN Nasional – Dr. Drs. Marthin Billa, MM., selaku Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan Rombongan mengunjungi Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Ph.D di kantor nya pada Kamis (30/26 2022).

Marthin Billa, Presiden MADN hadir bersama Drs. Cornelis, MH Ketua Dewan Kehormatan MADN, Dr. Alue Dohong, Dr. Yovinus Dewan Pakar MADN, Dr. Andersius Namsi, Ph.D Wakil Presiden Internal MADN, Drs. Yakobus Kumis, MH, Sekjen MADN, Firminus Kunum, Wakil Sekjen dan Timotius Sipur, M.Th, Kepala Kantor Sekretariat MADN/Ketua 1 DAD DKI Jakarta dan Albinus Milu, M.Pd Wakil Bendahara Umum MADN.

WhatsApp Image 2022 07 01 At 09.34.16 3 300x200

Panglima TNI didampingi oleh Asisten Teritorial, Mayjen Purwo Sudaryanto dan ajudan Panglima.

Ada pun maksud dan tujuan dari kunjungan Marthin Billa dan pimpinan MADN adalah untuk silaturahmi dan sosialisasi akan struktur organisasi Majelis Adat Dayak Nasional MADN Periode 2021-2026.

Marthin juga menyampaikan MADN siap bekerjasama dengan TNI dalam merekrut calon prajurit TNI yang tangguh dan handal dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI.(Rd/NZ)

Baca juga  Ini Dia Syarat Penerima Bantuan Motor Listrik Rp7 Juta, Anda Termasuk?

Adapun usulannya dalam pertemuan ini sebagai berikut:

  1. Majelis Adat Dayak Nasional beserta seluruh Jajaran Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi, Kabupaten/Kota hingga kecamatan dan desa/kelurahan siap mendukung dan bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga keamanan dan keutuhan wilayah Republik Indonesia khususnya di wilayah Pulau Kalimantan serta bersama-sama dengan TNI menjadi garda terdepan dalam mempertahankan ideologi Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI yang berbhineka Tunggal Ika.
  2. Karena masih sangat minimnya kader-kader suku Dayak yang memiliki kesempatan untuk menjadi anggota TNI dari jalur perwira, terutama Akmil dan Secapa Sumber Sarjana, maka sejak kemerdekaan Republik Indonesia tidak pernah ada putra-putri suku Dayak yang mencapai jenjang karir sampai ke Perwira Tinggi TNI.
  3. Kesenjangan kualitas dan fasilitas pendidikan di wilayah-wilayah pedalaman dan perbatasan Kalimantan yang mayoritas dihuni oleh suku Dayak menyebabkan beberapa pendaftar yang memiliki minat dan potensi untuk menjadi siswa Akmil gagal mewujudkan impiannya karena kalah bersaing dengan para pendaftar dari wilayah lain terutama di wilayah perkotaan. Sehingga perlu diberikan tindakan afirmatif dengan memberikan kuota/utusan khusus bagi putra-putri masyarakat Dayak agar memiliki kesempatan dan keterwakilan untuk menjadi siswa Akademi Militer serta jalur pendidikan TNI lainnya.
  4. Mengingat jumlah putra-putri dari Masyarakat Dayak masih sangat minim sebagai anggota TNI, terutama di jalur perwira, kami mohon untuk perlu kiranya memberikan kesempatan khusus (kuota khusus) kepada para Bintara Muda dari Masyarakat Dayak untuk menempuh Suslapa/Secapa/Diklapa agar ketertinggalan partisipasi masyarakat Dayak dalam institusi TNI dapat dikejar.
  5. Dalam upaya mengejar ketertinggalan partisipasi masyarakat Dayak dalam institusi TNI, perlu untuk kembali membuka kuota khusus melalui jalur pendaftaran perwira sumber sarjana agar potensi-potensi para sarjana asal dari masyarakat Dayak yang memenuhi syarat untuk menjadi anggota TNI dapat terakomodir.
  6. Bagi beberapa kader dari masyarakat Dayak yang saat ini sudah meniti karir di dinas TNI di jenjang Perwira Menengah agar dapat kiranya diberi kesempatan untuk menempuh pendidikan di Sesko Angkatan maupun Sesko TNI agar kader-kader dari Masyarakat Dayak kelak juga memiliki kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan di level Pimpinan TNI baik menengah maupun tinggi.
  7. Terkait pemindahan Ibukota Negara Nusantara di Kalimantan Timur, kami mohon kiranya negara memberikan kemudahan dan jalur-jalur khusus bagi putra-putri dari masyarakat Dayak yang memenuhi syarat untuk dapat diterima dan bergabung dalam institusi TNI demi memperkuat ikatan Masyarakat Dayak dengan negara dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI. Hal ini dikarenakan masih adanya kesan kurangnya partisipasi masyarakat Dayak dalam penerimaan anggota TNI yang ditandai dengan minimnya putra-putri dari masyarakat Dayak yang dapat duduk di jajaran Pimpinan/Petinggi TNI.
  8. Mengusulkan melalui Panglima TNI untuk mendirikan Sekolah Taruna Nusantara di Wilayah Kalimantan dan khususnya di Ibukota Negara Nusantara dengan memberikan prioritas kepada putra-putri masyarakat Dayak untuk menjadi siswa-siswi sebagai bagian dari upaya untuk mempersiapkan putra-putri masyarakat Dayak mengikuti seleksi menjadi anggota TNI. (Rd)
Baca juga  Putusan MA Soal Usia Kepala Daerah Disorot Tajam Mahfud