JAKARTA, BN NASIONAL
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa penyaluran gas bumi dalam negeri pada tahun 2023 telah mencapai 3.745 BBTUD, dengan sektor industri mendominasi 40 persen dari total tersebut.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (D irjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, mengungkapkan bahwa sektor industri telah memanfaatkan gas domestik sebanyak 1.515,8 BBTUD.
“Pemanfaatan gas untuk dalam negeri sudah mencapai 68,2 persen atau secara nominal 3.745 BBTUD, itu kurang lebih sama angka satuannya sama MMSCFD,” kata Tutuka Ariadji dalam Konferensi Pers Capaian Sub Sektor Migas di Gedung D itjen Migas pada Selasa (16/1/2024).
Realisasi ekspor gas bumi pada tahun 2023 mencapai 466,72 BBTUD, sementara ekspor LNG mencapai 1.282,47 BBTUD.
“Jadi 2/3 untuk dalam negeri, ini sudah berbalik dari tahun-tahun sebelumnya, terutama untuk kebutuhan industri, kelistrikan, dan pupuk. Jadi gas ini masih menjadi andalan ke depan untuk potensi dalam negeri,” jelas Tutuka.
Pada sektor pupuk, pemanfaatan gas pada tahun 2023 mencapai 692.43 BBTUD, hampir sebanding dengan sektor kelistrikan yang mencapai 683,49 BBTUD. Selain itu, pemanfaatan untuk domestik LNG sebesar 524,62 BBTUD, domestik LPG 77,69 BBTUD, pemanfaatan gas dalam kota 16,14 BBTUD, dan bahan bakar gas 5,86 BBTUD.
Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebut bahwa pemanfaatan gas bumi untuk domestik meningkat jika d ibandingkan dengan tahun 2022, di mana pada tahun tersebut pemanfaatan gas bumi sebesar 3.683 BBTUD dan ekspornya sebesar 1.791 BBTUD. Sementara pada tahun 2021, porsi gas bumi untuk domestik sebesar 3.688 BBTUD dan ekspor gas bumi mencapai 2.047 BBTUD.
Arifin Tasrif menambahkan bahwa peningkatan kebutuhan domestik dan penurunan ekspor gas adalah langkah dalam mendukung fase transisi energi di Indonesia.
“Kita mengantisipasi makin besarnya volume gas ke depan, karena kita akan memanfaatkan gas semaksimal mungkin untuk mendukung transisi energi kita,” ujarnya.(*)





