Pemanfaatan PLTS Atap Semakin Diminati Masyarakat

JAKARTA, BN NASIONAL

Tren harga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang semakin menurun dan pembangunannya yang relatif singkat, mendorong minat masyarakat untuk menggunakannya sebagai sumber energi di rumah tangga.

Hingga akhir 2023, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sudah terdapat 4.628 pelanggan yang mendaftar dengan total kapasitas 489 megawatt (MW).

“Data dari PLN menunjukkan bahwa jumlah pelanggan PLN yang sudah dalam proses pendaftaran untuk memasang PLTS Atap mencapai 4.628 pelanggan dengan kapasitas 470 MW, dan 3.709 pelanggan dengan total kapasitas 263 MW telah d isetujui,” kata Sekretaris D itjen EBTKE Sahid Junaidi dalam acara Sosialisasi Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2024, Selasa (5/3/2024).

Peraturan Baru untuk Mempermudah Pemasangan PLTS Atap

Untuk mendorong lebih banyak minat masyarakat, Kementerian ESDM telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 2 Tahun 2024 tentang PLTS Atap yang Terhubung pada Jaringan Pemegang Ijin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Umum (IUPTLU) sebagai revisi terhadap Permen ESDM No.26 tahun 2021.

Baca juga  Saat Indonesia Optimalkan Hilirisasi, Menggambarkan "Lu Punya Mineral, Lu Punya Kuasa"

“Harapan kami setelah terbitnya peraturan ini, PLN akan lebih cepat melayani evaluasi terhadap permohonan-permohonan yang belum d isetujui,” jelas Sahid.

Peraturan baru ini juga melakukan beberapa perbaikan pengaturan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, sehingga d iharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat dalam pemasangan PLTS Atap.

“PLN maupun Non PLN perlu menindaklanjutinya dengan mengusulkan kuota sistem PLTS Atap selama 5 tahun kepada Kementerian ESDM,” ujar Sahid.*[]