Raih 83 Medali, Jawa Timur Juara Umum Kompetisi Sains Nasional 2021

by admin
3 minutes read

Jakarta, BN Nasional — Sementara posisi kedua hingga 10 ditempati oleh DKI Jakarta dengan raihan 21 emas, 28 perak, 25 perunggu. Jawa Barat dengan raihan 11 emas, 15 perak dan 26 perunggu. Selanjutnya Riau dengan raihan 8 emas, 5 perak dan 14 perunggu; Banten dengan raihan 6 emas, 23 perak, dan 20 perunggu; Jawa Tengah dengan raihan 6 emas, 21 perak dan 34 perunggu.

Kemudian, Bali dengan raihan 6 emas, 7 perak, 9 perunggu; Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY) dengan raihan 4 emas, 11 perak dan 19 perunggu; Lampung dengan raihan 4 emas, 1 perak dan 5 perunggu; dan Kalimantan Timur dengan raihan 3 mas, 2 perak dan 4 perunggu.

“Saya sungguh berbahagia dapat menyapa para siswa terbaik dan bertalenta di bidang sains. Selamat kepada kalian yang selalu berjuang, bersemangat belajar, dan membangun atmosfer positif untuk terus berprestasi walaupun masih berada dalam situasi pandemi dan keterbatasan,” ucap Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Jumeri saat menutup acara KSN 2021 secara virtual, Jumat (12/11/2021).

Dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Sabtu (13/11/2021) melalui KSN, lanjut Jumeri, para peserta sesungguhnya diajak bukan hanya untuk adu kompetensi di bidang sains, tapi diajak untuk menjelajah lebih dalam lagi tentang manfaat dan keindahan di balik kerumitan sains

“Di masa depan kita akan dituntut untuk lebih dekat dan menguasai sains dan teknologi, di mana kita akan membangun peradaban secara virtual,” ujar Jumeri.

Untuk itu, Jumeri berpesan sebagai generasi yang akan membangun Indonesia, para peserta didik harus lompat lebih maju melalui digitalisasi dan kepada semua pihak untuk membangun paradigma baru di dunia pendidikan, baik pendidikan menengah ke bawah maupun pendidikan tinggi.

“Di mana fokusnya adalah kepada kreativitas, computational logics, dan juga fokus kepada berkarya,” tutur Jumeri.

Selanjutnya, Jumeri juga berpesan agar para peserta didik harus melatih dan memperkuat fondasinya dengan terus memiliki keingintahuan lebih besar akan dunia sains dan teknologi.

“Yang perlu digali lebih lanjut adalah sains tidak hanya kita pelajari secara teoritis, tapi tentang bagaimana sains akan membantu kehidupan manusia. Saya berharap adik-adik dapat terus bersemangat, dan terus memotivasi untuk menjadi generasi-generasi hebat di bidang sains,” ucapnya.

Sementara itu, pelaksana tugas (plt) Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek Asep Sukmayadi dalam laporannya menyampaikan bidang yang dilombakan pada KSN 2021 dibagi per jenjang.

Untuk tingkat SD/MI terdiri atas dua bidang yaitu Matematika dan IPA dengan masing-masing diikuti oleh 272 peserta. Sementara itu, tingkat SMP/MTs, tiga bidang yang dilombakan yaitu Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan masing-masing diikuti oleh 245 peserta.

Selanjutnya, untuk tingkat SMA/MA sembilan bidang yang dilombakan yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika/Komputer, Astronomi, Ekonomi, Kebumian dan Geografi dengan masing-masing diikuti oleh 100 peserta.

Tidak hanya kompetisi, Asep mengungkapkan, KSN 2021 juga diisi dengan aktivitas yang diikuti para siswa antara lain webinar KSN bidang Geografi yang mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Pembangunan Ibukota Negara” serta webinar KSN Road To IOI 2022 bertajuk “Membangun Generasi Muda yang Kompetitif melalui Penguasaan Sains”.

Sebagaimana diketahui, KSN 2021 secara resmi dibuka pada 7 November 2021 dengan mengangkat tema “Talenta Sains untuk Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh” yang diikuti oleh 2.179 siswa yang terdiri dari 544 siswa tingkat SD/MI, 735 siswa tingkat SMP/MT , dan 900 siswa tingkat SMA/MA.

Sumber.

related posts