RJ Lino Hadapi Tuntutan Jaksa KPK atas Perkara Korupsi di PT Pelindo II

by admin
1 minutes read

Jakarta, BN Nasional — Persidangan pada hari ini mengagendakan pembacaan tuntutan jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap RJ Lino.

“Sesuai penetapan majelis hakim, agenda sidang dengan terdakwa RJ Lino adalah pembacaan surat tuntutan oleh tim jaksa KPK,” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (11/11/2021).

Ali menyatakan, jaksa KPK sudah menyusun tuntutan terhadap RJ Lino. Tuntutan yang disusun jaksa dipastikan sesuai dengan temuan dan fakta persidangan sejauh ini.

“Surat tuntutan tentu disusun berdasarkan seluruh fakta-fakta hasil persidangan baik keterangan saksi-saksi, ahli maupun alat bukti lain yang dihadirkan tim jaksa KPK maupun pihak terdakwa,” kata Ali.

Diketahui, jaksa penuntut KPK mendakwa mantan Dirut PT Pelindo II, Richard Joost Lino atau RJ Lino telah melakukan tindak pidana korupsi terkait pengadaan tiga unit QCC di PT Pelindo II. Perbuatan Lino itu menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi, yakni Wuxi Hua Dong Heavy Machinery Science and Technology Group Co. Ltd (HDHM) dan merugikan keuangan negara atau Pelindo II sebesar US$ 1,99 juta.

Dalam surat dakwaan, jaksa menyatakan, tindak pidana korupsi itu dilakukan RJ Lino dengan cara mengintervensi proses pengadaan tiga unit QCC dengan menunjuk HDHM sebagai perusahaan pelaksana proyek. Tindak pidana korupsi itu dilakukan RJ Lino bersama dengan Ferialdy Norlan selaku Diektur Operasi dan Teknik PT Pelindo II dan Chariman HDHM, Weng Yaogen

Jaksa menyebut dalam pengadaan itu, PT Pelindo II harus membayar US$ 15,16 juta. Padahal, harga wajar proyek tersebut sekitar US$ 13,57 juta. Dengan demikian terjadi kemahalan harga pembelian tiga unit Twinlift QCC dari HDHM sebesar US$ 1.974.911,29.

Sumber.

related posts