Saiful Mujani Soroti Argumen Penundaan Pemilu 2024 karena Faktor Ekonomi

Jakarta, BN Nasional – Pendiri SMRC Saiful Mujani menyoroti argumen sejumlah pihak yang menginginkan Pemilu 2024 ditunda karena faktor ekonomi. Menurutnya, argumen tersebut lemah untuk menjadi dasar usulan penundaan Pemilu 2024. Saiful menambahkan para pengusaha di Indonesia sudah mengalami pemilu dalam 20 tahun terakhir.

Dia juga menyoroti pandangan yang mengatakan pemilu berpotensi mencipatkan konflik yang menggangu stabilitas lalu berdampak pada pembangunan ekonomi. Dia memandang argumen tersebut identik dengan Orde Baru.

“Boleh khawatir, tetapi Indonesia sudah punya pengalaman menyelenggarakan pemilu berkali-kali, mulai dari Pemilu 1999 sampai 2019. Pemilu-pemilu ini dinilai oleh dunia internasional berjalan dengan baik,” ujar Saiful dalam keterangannya, Kamis (3/3/2022).

Saiful mengakui negara-negara di seluruh dunia sempat mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus sebelumnya. Hanya saja, memasuki 2021, mulai terjadi pemulihan di mana pertumbuhan ekonomi dunia tumbuh dengan rata-rata 5%. Bank Dunia, IMF, dan BPS, bahkan memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh sekitar 5% pada 2022.

Baca juga  Pengadilan Tinggi Perberat Hukuman Mantan Dirut DP4 Pelindo

Atas dasar itu, Saiful memandang argumen faktor ekonomi tidak cukup untuk mendasari pengusulan penundaan Pemilu 2024. Saiful Mujani mengatakan ekonomi Indonesia sudah mulai pulih dan telah berada di arah yang benar sama seperti negara lainnya.

“Karena itu, tidak ada alasan ekonomi yang bisa memundurkan pemilu. Atau kalau mau memundurkan pemilu ke 2027 dengan alasan ekonomi, perbaiki lagi argumennya supaya lebih solid,” ucapnya.

Untuk memperkuat pandangannya, dia mencontohkan Pemilu 1999. Sebelumnya pada 1998, Indonesia mengalami krisis ekonomi. Kala itu, pertumbuhan ekonomi minus sekitar 13%. Lalu, Pemilu 1999 pada masa pemerintahan BJ Habibie, ekonomi nasional mulai tumbuh positif.

Pada Pemilu 2004, ekonomi Indonesia bahkan tumbuh 5%. Sama halnya saat Pemilu 2014 dan Pemilu 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5%.

“Tidak benar pemilu bisa memperburuk pembangunan ekonomi. Ekonomi tetap tumbuh dalam setiap pemilu yang diadakan,” tuturnya.

Baca juga  Megawati Kehabisan Masa, Risma Jadi Kandidat Cagub Jakarta?

Sumber.
Sumber