JAKARTA, BN NASIONAL
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menetapkan target investasi eksplorasi migas naik dua kali lipat atau 100 persen, bertujuan untuk meningkatkan produksi migas nasional melalui penemuan sumber migas baru.
Investasi untuk kegiatan eksplorasi hulu minyak dan gas bumi tahun 2024 d itargetkan mencapai US$1,8 miliar, melonjak dari realisasi 2023 yang hanya US$900 juta.
Menurut Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, tahapan eksplorasi memainkan peran krusial dalam mendongkrak produksi migas jangka panjang.
“Dalam jangka pendek, kita bisa mengoptimalkan, namun dalam jangka panjang, kita perlu menemukan cadangan yang besar,” kata Dwi saat melakukan RDP dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (13/3/2024).
Oleh karena itu, investasi dan aktivitas eksplorasi perlu d itingkatkan untuk menemukan ‘big fish’ atau penemuan besar yang akan meningkatkan produksi migas nasional.
Selain itu, target eksplorasi harus bergeser dari skala kecil-menengah ke skala menengah-besar. Pergeseran ini telah d imulai pada tahun 2023.
“Pergeseran ini mencerminkan potensi penemuan sumber daya yang semakin besar,” ungkap Dwi.
Salah satu contoh temuan besar adalah Geng North dan Layaran, yang baru-baru ini menjadi penemuan sumber migas terbesar di dunia pada tahun 2023.
“Ini adalah temuan terbesar sejak Lapangan Abadi (Masela) tahun 2000 dan Banyu Urip tahun 2001. Pengeboran telah meningkat sejak tahun 2017,” tambah Dwi.
Secara keseluruhan, SKK Migas menargetkan investasi industri hulu migas pada tahun ini mencapai US$17,7 miliar, naik 29% d ibandingkan dengan realisasi 2023 sebesar US$13,7 miliar.*[]





