Jakarta, BN Nasional – Setelah sukses dengan film Martabak Bangka dan Bisikan Jenazah, Bersahaja Entertainment akhirnya akan meluncurkan film ketiganya dengan judul ‘Mawang’ yang rencananya tayang di bioskop di Indonesia pada awal tahun 2023.
CEO Bersahaja Entertainment Arbi Leo bersyukur atas selesainya film ketiganya yang bernuansa horor dimainkan oleh aktor nasional dan aktor dan aktris lokal Bangka Belitung selesai digarap.
“Untuk kalian pecinta film horror dan thriller akan merasa sangat puas ketika menonton film ini,karena perpaduan Seram dan Mencekamnya sangat natural,” ujar Arbi Leo, Minggu (25/12/2022).
Mengutip dari boombastis, Mawang adalah makhluk gaib yang diketahui tinggal di hutan belantara, dia memiliki tubuh sangat besar dengan rambut dan kuku sangat panjang. Hantu ini sangat mengganggu warga karena kerap membunuh ternak, namun memangsa bagian hatinya saja. Meski demikian, jika ada warga yang menyebutkan nama Mawang, maka si hantu takkan segan menghampiri orang itu.

Film Mawang menceritakan empat orang mahasiswa yang mendapat tugas akhir untuk meneliti pohon langka di Indonesia, mereka memilih pohon Pelawan yang ada di pedalaman Bangka Belitung. Mereka tidak tahu tempat yang mereka datangi itu 30 tahun yang lalu sempat terjadi perebutan mahkluk jahat legendaris bernama Mawang.
Sutradara film Mawang Iqbal Rachman mengatakan, di kalangan masyarakat Bangka Belitung Mawang adalah mahkluk yang paling ditakuti dari zaman dulu sampai sekarang nama Mawang paling pantang untuk disebut. Maka dari itu, film ini mengambil tagline ‘Jangan Sebut Namanya’
“Di Bangka Belitung menyebut nama Mawang itu dilarang bisa dikatakan seperti itu,” kata Iqbal, Selasa (27/12/2022).
Film Mawang merupakan film yang diadopsi berdasarkan hasil riset dengan narasumber yang sangat banyak, lalu dikumpul menjadi satu kesimpulan untuk dijadikan sebuah film.
“Kami menyuguhkan cerita dari orang tua pada zaman dulu, dari mulai pola kebiasaan dan bentuk Mawangnya itu kami kumpulkan dari budayawan sekitar,” kata Iqbal.
“Bangka Belitung itu dikenal sebagai daerah yang terpencil dan mistis, masih banyak hutan dan kejadian mistis di hutan tersebut. Provinsi tetangga Palembang masih menganggap Bangka Belitung itu daerah yang sangat mistis dan berbahaya,” jelasnya.
Bagi para pecinta film yang ingin tahu mistis yang ada di Bangka Belitung, Film Mawang ini wajib untuk kalian masukan dalam wishlist kalian.
Ini adalah film pertama saya sebagai sutradara, pasti ingin sebanyak-banyaknya, karena saya ingin film ini bisa dinikmati sama orang banyak apalagi cerita mistis lokal yang nyaris hilang.
“Di Bangka Belitung cerita seperti ini sudah mulai tergerus oleh zaman, jadi ingin mengangkat budaya melayu dan horor melayu lokal pada zaman dahulu. Semoga mendapatkan tempat di hati para penonton Indonesia,” jelas Iqbal.
Salah satu adat yang melekat di Bangka Belitung adalah pantangan dan larangan, hal tersebut disajikan dalam film Mawang dan juga menyajikan keindahan alam serta adat budaya lokal yang ada di Bangka Belitung.
“Bangka Belitung banyak pantang larang yang melagenda seperti Kepun dan Nyarut. Banyak sekali itu diangkat di film ini, kemudian banyak lokasi ikonik yang sangat indah, seperti Pulau Semujur yang menyajikan pemandangan tiada dua, rumah Bubung Tujuh yang menjadi rumah adat Suku Lum, dan yang paling epic perkuburan Suku Lum,” jelas Iqbal.
Suku Lum merupakan salah satu suku tertua di Pulau Bangka. Suku ini mendiami Desa Mapur di Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka. Lum dimaknai sebagai kelompok masyarakat yang belum mengenal agama (Agama yang diakui negara).
“Kita syuting di perkuburan Suku Lum sulit untuk dijangkau, dan sulit meminta izin karena mereka masih takut untuk diambil gambar. Suku Lum adalah suku tertua di Bangka Belitung,” kata Iqbal.
Director of Photography film Mawang Silo Sandro mengatakan, banyak hal yang menarik di dalam film Mawang ini, nuansa horor dipadukan dengan budaya dan keindahal alam Bangka Belitung membuat film ini berbeda.
“Cerita mawang ini sendiri menjadi menarik karna bukan hanya mengisahkan tentang horor tapi cerita ini banyak sekali mengedukasi dan memberikan pesan-pesam yg sangat menarik. Pastikan kalian wajib menonton film ini,” kata Silo.
Silo berpesan kepada semua penggiat film di Bangka Belitung untuk memajukan industri perfilman di Bangka Belitung agar dapat besaing di kanca nasional maupun internasional.
“Ayo kita bersama-sama berkolaborasi membangun industri film untuk bisa memajukan perfileman di Bangka Belitung untuk lebih dikenal di kancah nasional dan internasional,” pesan Silo. (Louis)





