9 Persen Blok Warim Berpotensi Dipotong Demi Percepat Eksplorasi

by admin
2 minutes read

Jakarta, BN Nasional – Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas (Migas) yang bertempat di Papua dengan potensi cadangan sebesar 25,968 miliar barel minyak serta 47,37 triliun kaki kubik gas (TCF) Bersinggungan dengan Kawasan Taman Nasional Lorentz yang termasuk dalam Warisan Dunia Unesco.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan kajian terhadap Blok Warim yang bersinggungan.

Opsi menghapus wilayah yang bersinggunan dengan Taman Nasional Lorentz pun muncul, namun mempertimbangkan total cadangan yang ada di kawasan bersinggungan ini besar atau tidak.

“Ini yang kita mau fokus bagaimana kalau kita ga usah yang berada di dalam Lorentz itu, kita exclude kan saja dulu jadi yang ga masuk taman lorentz itu kita potong masih besar ga resourcesnya,” kata Tutuka Ariadji di Kementerian ESDM, Selasa (8/8/2023).

Namun, apabila cadangan Blok Warim yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Lorentz ini besar, maka pemerintah akan menahan dulu sampai menemukan titik temu antara Kementerian ESDM dan Kementerian Linkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Itu yang mau kita kaji, rasa-rasanya ga besar sekali kalau itu bisa menarik investor karena besar itu potong. Itu kita mau potong kira kira menarik ga bagi mereka kalau menarik ya kita lelang akhir tahun,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala atuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, wilayah Blok Warim seluas sembilan persen bersinggungan dengan Taman Lorentz, SKK Migas sudah berkoordinasi dengan KLHK untuk mencari jalan keluar.

“Blok Ini blok lama yang bikin waktu itu Conocophillips dan sebagainya jadi dan sesungguhnya dari Blok Warim itu hanya berapa persen, jadi sembilan persen dari areanya itu yang overlap,” kata Dwi dalam Konferensi Pers Kinerja Industri Hulu Migas Semester I Tahun 2023 SKK Migas, Selasa (18/7/2020).

SKK Migas bersama dengan Kementerian ESDM sedang melakukan kajian komprehensif untuk memecahkan masalah yang ada di Blok Warim.

“Oleh karena itu saat ini sedang studi bagaimana upaya-upaya untuk bisa mendapatkan data yang lebih akurat mengenai potensi Warim itu,” kata Dwi.

Permasalah sulitnya akses menuju ke lokasi juga menjadi suatu tantangan untuk eksplorasi, dan upaya pengambilan data juga terus dilakukan untuk meningkatkan keakuratan data.

“Jadi kita masih memikirkan di luar, itu lah yang overlap jadi waktu itu udh dapat data juga tapi belum akurat, tahun lalu seismik tapi digunakan kapal terbang karena kondisi di lapngan sulit. Di sana masalah keamanan dan sebagainya, jadi yang membuat juga yang lama gak meneruskan, Kita masih fokus yang di luar masuk ke Taman Lorezt ” jelas Dwi.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pendalaman dan mengkaji potensi dari Blok Warim tersebut. Opsi pengeboran miring belum tentu dapat dilakukan, perlu melihat langsung ke lapangan terlebih dahulu.

“Kalau kita sudah lihat lapangannya,” kata Arifin di Kementerian ESDM, Jumat (14/7/2023).

related posts

Leave a Comment