Menparekraf Berkolaborasi denga KSBN Dukung Pariwisata Indonesia

Jakarta, BN Nasional – Program-program kerja yang dilakukan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) untuk tahun 2023 disambut baik oleh Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno.

Program KSBN menghadapi 7,4 juta wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung di Indonesia dan 1,4 miliar pergerakan wisatawan nusantara (Winus) berkolaborasi dengan pemerintah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dari tingkat pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Komunitas masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan media massa.

“Saya sangat mengapresiasi program-program KSBN tahun ini sesperti festival musik tradisional untuk memperingati hari musik nasional bulan maret, dan festival tari tradisional untuk memeriahkan World Dance Day bulan Mei di Kota Tua Jakarta,” kata Sandiaga, Jakarta, Selasa (31/1/2023).

WhatsApp Image 2023 02 02 At 16.27.20 300x225

Menurut Sandiaga, saat ada kegiatan hiburan yang akan mendatangkan para wisatawan dari macam-macam kabupaten/kota sudah menjadi pergerakan wisatawan nusantara.

Baca juga  Menkes Ajak Pelaku Bisnis G20 Berinvestasi di Sektor Kesehatan

“Setiap kegiatan yang menggerakkan masyarakat dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya dengan minimal 6 jam, sudah masuk dalam perhitungan pergerakan wisatawan Nusantara. Dalam konteks ini, pemerintah tidak mungkin menyelenggarakan konser dangdut, konser musik world dance day, karena keterbatasan sumber daya manusia. Karena itu kita perlu sekali KSBN untuk menginisiasi dan saya mengapresiasi program-program yang tadi dipaparkan,” kata Sandiaga.

Sandiaga menyetujui rencana KSBN yang akan mengusulkan kepada UNESCO musik Kulintang sebagai cagar budaya. Tak hanya itu, seni tari tradisional Reog dari Jawa Timur juga perlu diajukan ke UNESCO sebagai cagar budaya tak benda dunia.

Ketua Umum KSBN Hendardji menyampaikan, program kerja tahun 2023 yang memiliki 3 Dimensi, yaitu Dimensi Budaya, Dimensi ekonomi kreatif, dan Dimensi Pariwisata.

Dalam Festival musik tradisional yang akan berkangsung tanggal 9 Maret 2023 di Kota Tua akan ditampilkan seni musik tradisional yang ada di Indonesia.

Baca juga  Drs. Cornelis, MH Diusulkan DAD DKI Jakarta Menjadi MENPAN-RB

Sedangkan event Festival Tari untuk memeriahkan World Dance Day (WDD) tanggal 6 Mei 2023, pada acara pembukaan akan dimeriahkan dengan parade budaya berupa defile Andong (angkutan tradisional), Barongsai, Reog dan Tanjidor mengelilingi kota tua, dan akan diakhiri dengan flash mob diikuti 10 ribu orang. Selama WDD berlangsung akan digelar workshop, pameran dan beragam pagelaran seni budaya.

Hendardji menjelaskan, kedua event budaya tersebut selain untuk melestarikan budaya bangsa juga bertujuan menumbuhkan industri musik dan tari di Indonesia.

Pada bulan Juni 2023 KSBN juga akan menggelar Festival Seni Budaya Nusantara di pulau Pramuka kepulauan seribu dengan tujuan untuk nenghidupkan industri pariwisata di 10 obyek Budaya Nusantara.

Untuk mendorong industri perfileman, KSBN menggelar Festival Film durasi pendek yang saat ini sudah mulai berproses, direncanakan puncaknya akan berlangsung di Medan Sumatera Utara pada bulan Agustus 2023. (Louis)

Baca juga  Untuk Pengendalian Zoonosis dan Atasi Penyakit Baru, Menko PMK Muhadjir Keluarkan Permen