Jakarta, BN Nasional – Pemerintah berencana untuk menghentikan ekspor timah dan fokus melakukan hilirisasi timah untuk meningkatkan nilai tambah agar industri lebih ke hilir seperti tin solder, tin plate, dan tin chemical.
Namun Ketua Asosiasi Solder Indonesia (ASI) Lay Rusli mengeluhkan harga timah lokal yang masih tinggi karna dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sehingga harga timah solder Indonesia tinggi.
“Dengan dukungan bahan baku melimpah yang harga lebih ekonomis tentu produk Indonesia bisa lebih murah,” kata Lay, Rabu (27/10/2022).
Direktorat Jendral Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) melakukan kajian dalam tim khusus terkait hal-hal yang menyebabkan harga timah lokal lebih mahal dibandingkan timah global, antara lain adanya PPH.
“Kemarin salah satu point yang kita coba kita usulkan bagaimana timah lokal tidak dikenakan pajak atau PPH atau harganya bisa bersaing dengan timah impor, atau sebaliknya timah impor dikenakan pajak masuk,” kata Kepala Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA (BBPMB tekMIRA) Tri Winarno, Jakarta, Selasa (31/1/2023).
Dengan penghapusan PPN dan penerapan PPN kepada timah impor, tentunya para pengusaha industri hilir timah akan mendapatkan bahan baku yang lebih murah sehingga dapat bersaing dengan solder dari negara lain.
“Itu yang menjadi usulan tim kami untuk membuat harga timah lokal menjadi lebih bersaing,” katanya.





