Cadangan Timah Darat Berkurang, Pertambangan Merambah Ke Laut

Jakarta, BN Nasional – Menurut data United State Geological Survey (USGS) pada tahun 2021 menyebutkan total cadangan timah di Indonesia mencapai 800.000 ton.

Sementara itu, Direktur Utama PT Timah Tbk Achmad Ardianto mengungkapkan 80 persen cadangan PT Timah berada di laut dengan total 279.780 ton, sedangkan di darat sebanyak 20.220 menurut data Desember 2021.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) dalam bentuk Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) kepada PT Timah.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif membenarkan apabila total cadangan timah di Laut memang lebih banyak dibandingkan di darat.

“Memang banyak endapan timah kita di laut, enggak tau persentasenya berapa, di darat sudah mulai berkurang ya,” kata Irwandy kepada wartawan, Jakarta, Jumat (11/3/2023).

Baca juga  Kemenperin Dukung Investasi Produk Olahan Tembakau

Kegiatan penambangan di laut sudah terjadi sejak dulu, hal ini dilakukan menggunakan kapal keruk dan kapal isap produksi dengan salah satu teknologi Bucket Wheel Dredge (BWD).

“Sudah terjadi dengan kapal keruk itu, sudah banyak. Yang jelas sekarang cadangan di darat lebih kecil daripada di laut,” kata Irwandy.

Irwandy menjelaskan, tidak hanya PT Timah saja yang bisa mendapatkan KKPRL tersebut, melainkan pihak swasta juga dapat mendapatkan KKPRL untuk penambangan di laut.

“Swasta juga selama ada izin boleh juga,” katanya.