Kaya Pasir Silika, Xinyi Pabrik Rencana Bangun Pabrik di Bangka Belitung

Jakarta, BN Nasional – Pemerintah Indonesia akan bekerja sama dengan Perusahaan Xinyi Solar Energy untuk membangun pabrik kaca untuk mendukung industri panel surya.

Pembangunan pabrik tersebut berencana dilakukan di Provinsi Bangka Belitung yang dikenal dengan penghasil pasir silika yang menjadi bahan baku untuk pembuatan kaca.

Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana mengatakan, saat ini Indonesia masih melakukan import bahan baku untuk mendukung industri panel surya.

“Indonesia demand besar untuk EBT kan, sumber daya besar masyarakat juga banyak ada potensi juga untuk ekspor keluar di Asean kan ini ada termasuk ke Singapura. Nah sekarang kita dorong supaya pabriknya ada disini, pabrik panel yang paling gampang,” kata Dadan, Jakarta, Kamis (16/3/2023).

Menurut Dadan, Bangka Belitung menjadi tempat pembangunan pabrik tersebut karena memiliki sumber bahan baku pasir silika, dan kemungkinan bisa lebih dari satu pabrik yang akan dibangun.

Baca juga  Tahun 2040, Penambahan Pembangkit Listrik 75 Persen Berasal dari EBT

“Inipun Pak Menteri udah terima salah satu calon investor yang ingin membangun itu yang ada di Bangka Belitung, iya (Xinyi),” katanya.

Selanjutnya, Kementerian ESDM juga ingin memabngun pabrik yang dapat memproduksi sel dari panel surya yang berfungsi untuk menyerap energi, sehingga dapat mengkombinasikan market yang ada di dalam negeri.

“SUmber daya yang bagus, listrik juga tersedia untuk bangun. Proses industrinya sekarang begitu deal dari sisi komersil mungkin dalam dua tahun, mungkin ya ini saya aja. Dalam dua tahun pabrik bisa berdiri,” jelas Dadan.

Sebelumnya, CEO Xinyi Solar Energy sudah melakukan pertemuan dengan Pj Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaludin, Bangka Belitung akan memfasilitasi Xinyi.

CEO Xinyi Solar Energy Gerry Tung meminta untuk segera dibentuk tim khusus yang terdiri dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov), Pemerintah Kabupaten (Pemkab), dan pihak investor untuk mengurus terkait investasi dan pembangunan pabrik ini.

Baca juga  Mentan Syahrul Ingin Pengembangan Sorgum hingga Jadi Komoditas Strategis

“Pembentukan tim khusus ini bertujuan untuk mengurangi adanya pihak-pihak yang tidak berkepentingan ikut serta, bahkan menghambat rencana yang sudah ada,” kata CEO Gerry TUNG, Bangka Belitung, Minggu (14/12/2022). (Louis/Rd)