Jakarta, BN Nasional – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka insentif konversi motor listrik untuk masyarakat yang memenuhi persyaratan. 4.578 orang yang sudah memohon akan diproses.
“Hari ini semua proses dari motor masuk dikonversi, mesin dihancurkan sampai ke insentif dibayarkan. Ini juga ada perjanjian kerjas sama dan antara kami dengan berberapa pihak terkait sehingga proses dan ekositem bisa berkelanjutan,” kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementrian ESDM Dadan Kudiana di acara Pembukaan Gelar Konversi Sepeda Motor Listrik Perdana di Kementerian ESDM, Jumat (28/7/2023).
Terdapat enam bengkel yang terdaftar dan telah terverifikasi dengan aturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan pendanaan dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI).
“Untuk menangani bagaimana motor yang sedang dipakai dilakukan konversi ketika dijual apakah ini ada nilainya atau tidak, ini sedang kami kembangkan pola tersebut,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan mobil uji sepeda motor listrik untuk mempermudah para pengguna motor konversi. “Nanti bisa berkombinasi, mobil uji ini akan mendatangi seperti simkeliling gitu,” katanya.
Dari 4.578 orang yang mengajukan konversi motor listrik, 94 persenya berlokasi di Jawa. Pemerintah juga memberikan pelatihan di Jawa dan Bali.
“Kami akan melakukan sosialisasi di Bali, Jatim, Jateng di 10 lokasi kota besar. Saat ini delapan bengkel konversi bersertifikat dengan kapasitas 35.000 kendaraan motor pertahun, untuk itu pemerintah terus melakukan pelatihan untuk menggandeng bengkel lainnya,” jelasnya.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, Indonesia perlu melakukan konversi motor listrik, terdapat 120 juta motor dan memakan 650.000 barel setara minya per hari (BOEPD).
“Konsumsi satu liter tiap hari equivalen 650.000 BOEPD, kalau $80 dolar, maka kita bakar 480 juta dolar per hari. Emisinya menghasilkan 2,5 kg emisi, jadi kalau 120 juta berarti 300 juta kg emisi per hari,” kata Arifin.





