JAKARTA, BN NASIONAL – Kementerian ESDM memulai lelang Blok Warim di Papua, membagi area menjadi WK Akimeugah 1 dan 2. Blok ini menarik perhatian raksasa Migas.
Dengan cadangan hingga 25,968 miliar barel minyak dan 47,37 triliun kaki kubik gas, Blok Warim menjanjikan tetapi menantang.
Lokasinya di hutan terpencil Papua menuntut perusahaan dengan teknologi canggih.
Arifin Tasrif, Menteri ESDM, mengatakan bahwa hanya perusahaan besar yang akan memenuhi syarat.
“Kami butuh perusahaan yang siap menghadapi medan sulit,” ujar Arifin.
Yang kurang kapabel hanya akan menambah biaya dan waktu.
Direktur Jenderal Migas Tutuka Ariadji mengonfirmasi minat dari beberapa perusahaan besar. Namun, dia belum merinci nama-nama tersebut.
“Mereka yang terlibat masih mengevaluasi data yang kami berikan,” kata Tutuka.
Dia mengharapkan pengumuman resmi pada akhir tahun ini atau awal tahun depan, tergantung pada kemajuan dengan WK Natuna dan Warim.
“Kami sedang mengecek jadwal pasti, apakah Warim atau Natuna yang selesai Desember nanti,” Tutuka menambahkan.
Yang jelas, di awal tahun depan kita akan melihat kemajuan yang signifikan.





