JAKARTA, BN NASIONAL
Indonesia telah mengembangkan Roadmap hilirisasi investasi strategis dengan tujuan mendorong transformasi ekonomi, yang mencapai total investasi sebesar US$ 545 miliar atau setara dengan Rp8.475 triliun hingga tahun 2040.
Calon Presiden RI, Prabowo Subianto, bertekad untuk melanjutkan program ini dengan fokus pada hilirisasi 21 komoditas, mulai dari mineral hingga produk tumbuhan. Pemanfaatan sumber daya alam Indonesia melalui proses hilirisasi d ianggap sebagai kunci keberhasilan.
“Kunci utamanya adalah hilirisasi. Kami punya rencana yang kami sebut pohon industri dari 21 komoditas, mulai dari mineral hingga produk tumbuhan,” ungkap Prabowo dalam acara Dialog Capres bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dengan tema ‘Menuju Indonesia Emas 2045’ pada Jumat (12/1/2024).
Roadmap hilirisasi 21 komoditas ini mencakup prototipe hilirisasi nikel, yang d iharapkan dapat menjadi panduan bagi sektor lainnya. Dengan demikian, fokus Indonesia akan d itempatkan pada peningkatan nilai tambah.
“Ini sudah kita petakan, kita butuh investasi sekitar US$ 545 miliar untuk 21 komoditas. Dan jika kita lihat masing-masing komoditas, kita sudah membuat pohon industri. D imana nilai tambahnya akan naik berpuluh kali, termasuk di sektor farmasi, termasuk dalam produksi obat-obatan,” jelas Prabowo.
Menurut Prabowo, Indonesia kadang tergoda untuk mengimpor barang dari luar negeri karena harganya yang lebih murah. Oleh karena itu, langkah hilirisasi d ianggap sebagai strategi yang benar.
“Strategi kita harus benar, falsafah kita harus benar. Kita kadang-kadang terlena dengan harga impor yang lebih murah. Hilirisasi adalah strategi yang benar,” tambahnya.
Hilirisasi d ianggap sebagai langkah penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, terutama dalam upaya menuju status negara maju. Pemanfaatan kekayaan laut juga menjadi bagian dari program hilirisasi.
“Bahan laut d igunakan sebagai dasar dari semuanya, artinya semua sumber daya alam kita harus d iolah di Indonesia,” katanya.
Daftar 21 komoditas pada roadmap hilirisasi mencakup: 1. Batu bara, 2. Nikel, 3. Timah, 4. Tembaga, 5. Bauksit, 6. Besi baja, 7. Emas perak, 8. Aspal buton, 9. Minyak bumi, 10. Gas bumi, 11. Sawit, 12. Kelapa, 13. Karet, 14. Biofuel, 15. Kayu log, 16. Getah pinus, 17. Udang, 18. Perikanan, 19. Rajungan, 20. Rumput laut, 21. Garam.(*)





