JAKARTA, BN NASIONAL
Di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta yang tak pernah tidur, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto mengungkapkan fakta mengejutkan. Situs-situs milik pemerintah pusat dan daerah telah disusupi oleh situs judi online. Dalam pernyataannya di Kantor Kemenko Polhukam, Rabu (19/6), Hadi menggambarkan bagaimana para peretas dengan cerdiknya menyusupkan ‘backdoor’ atau pintu belakang ke dalam server-server milik pemerintah.
“Bahwa ada server-server yang dimasuki backdoor, rata-rata milik pemerintah daerah, ini ada backdoor-nya,” ujar Hadi dengan nada serius. Masalah ini bukan hanya soal keamanan data, tetapi juga integritas sistem pemerintahan yang terancam oleh para hacker yang tak bertanggung jawab.
Namun, Hadi memastikan bahwa Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tidak tinggal diam.
“BSSN sudah melakukan tindakan awal untuk terus memberikan edukasi agar server-server milik pemerintah daerah aman dari backdoor, dari para hacker. Karena banyak konten yang sembunyi di server tersebut,” jelasnya dengan penuh keyakinan dikutip dari kumparan.com.
BSSN tak hanya sekedar memberikan edukasi. Mereka juga turun tangan langsung untuk membersihkan situs-situs pemerintah dari konten ilegal ini.
“Membantu, clean up termasuk menguji lagi apa bisa berjalan tanpa adanya backdoor. Namun itu terus dilakukan oleh BSSN,” tambah Hadi.
Dalam suasana yang sarat dengan ancaman siber, pernyataan Hadi seakan menjadi seruan kebangkitan bagi pemerintah untuk lebih waspada. Tindakan BSSN yang proaktif dalam melindungi infrastruktur digital pemerintah menjadi harapan di tengah kegelisahan yang melanda. Upaya edukasi dan pembersihan ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap keamanan situs-situs pemerintah.
Ketika malam menjelang di ibukota, cerita tentang perjuangan melawan ancaman siber ini menjadi bagian dari kisah modern yang penuh tantangan. Hadi dan BSSN berdiri di garis depan, memastikan bahwa keamanan digital negara tetap terjaga, meski ancaman datang tanpa henti. “Kami akan terus berjuang dan melindungi,” tegas Hadi, menutup pernyataannya dengan tekad yang bulat.**





