Advanced Photovoltaic, Upaya Efisiensi Energi Terbarukan

Jakarta, BN Nasional – Perangkat sel surya merupakan teknologi yang secara langsung mengubah cahaya menjadi listrik melalui proses fotovoltaik. Hal ini menjadi salah satu fokus penelitian di Kelompok Riset Advanced PV & Functional Electronic Devices, Pusat Riset Elektronika (PRE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN Budi Prawara mengatakan, saat ini Indonesia berkomitmen untuk bisa mencapai target Net Zero Emission (NZE). Komitmen yang besar ini perlu dukungan, kontribusi, bagaimana kita memanfaatkan sumber energi yang terbarukan.

“Tentunya diharapkan dengan sel surya ini kita bisa menghasilkan teknologi lokal sampai ke skala industri. Dengan adanya forum ini bisa bertukar pikiran, menjalin network, dan berkolaborasi untuk Indonesia maju,” kata Budi dalam acara Symposium on Advanced Photovoltaic 2023, Bandung, Rabu (6/9/2023).

Baca juga  Petir membunuh lebih banyak pohon daripada yang dipikirkan siapa pun, penelitian baru menyarankan

Ketua Panitia Widhya Budiawan mengatakan, tujuan simposium ini adalah membuka jaringan global peneliti Indonesia yang aktif melakukan penelitian fotovoltaik, baik di kalangan peneliti dalam maupun luar negeri.

“Tujuan lainnya adalah menyediakan platform untuk berbagi pengetahuan, sinergi, dan kolaborasi untuk memajukan penelitian fotovoltaik di Indonesia,” kata Widhya.

Peneliti sekaligus Ketua Kelompok Riset Advanced PV & Functional Electronic Devices PRE BRIN Natalita M. Nursam mengatakan, perkembangan riset mengenai sel surya dilakukan di BRIN dari generasi ke generasi. Menurutnya, BRIN telah melakukan riset mengenai sel surya dari 2004 dengan menggunakan teknologi multi crystalline silicon.

“Pada 2009, BRIN mulai melakukan penelitian dengan teknologi Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) yang mana merupakan penelitian yang paling lama dikerjakan di BRIN. DSSC sudah sampai pada pembuatan modul,” kata Natalia.

Baca juga  Setelah Direvitalisasi, TIM Dibuka Bertahap pada 3 Juni

“Penelitian DSSC saat ini sedang fokus pada optimasi monolitik DSSC, karena kemudahan fabrikasi dan stabilitas yang tinggi dibandingkan dengan sandwich DSSC. Namun, kendalanya terdapat pada penetrasi dan FF serta efisiensi yang rendah,” tambahnya.

Ia menambahkan, penelitian DSSC saat ini fokus pada modifikasi photoanode dan dye yang terbuat dari bahan organik, seperti alga yang bekerja sama dengan pihak lain.

Sedangkan, penelitian mengenai Perovskite Solar Cell (PSC) di BRIN saat ini difokuskan pada carbon-based Sel Surya Perovskite, baik organik-inorganik maupun all-inorganic perovskite.

“Enkapsulasi, performa, dan manufaktur menjadi hal penting untuk mewujudkan upscaling solar cell,” jelasnya.