Biotis: Vaksin Merah Putih Kompatibel dengan Varian Covid-19 Terbaru

Jakarta, BN Nasional – “Developer yang belakangan bisa menyesuaikan dengan virus yang terbaru, karena pengembang yang terakhir muncul akan mendapatkan virus yang lebih terbaru,” kata FX Sudirman dalam agenda konferensi pers di PT Biotis Pharmaceutical Indonesia, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat sore (8/4/2022).

Sudirman mengatakan, produk vaksin terus berkembang mengimbangi teknologi serta mutasi virus yang terjadi. Situasi itu memberi keuntungan bagi developer vaksin yang belakangan muncul sebab memperoleh varian virus yang lebih beragam untuk diteliti dan dikembangkan menjadi vaksin.

Menurut Sudirman, hampir sebagian besar vaksin yang kini beredar di dunia menggunakan platform atau virus yang berasal dari varian original Wuhan.

“Vaksin Merah Putih jauh lebih update dari varian Wuhan, pasti lebih kompatibel dengan pandemi yang belakangan terjadi,” katanya saat ditanya apakah Vaksin Merah Putih efektif menetralisasi mutasi terbaru varian XE.

Baca juga  Update COVID-19 per 2 Juli: Ditemukan 1.729 Kasus Positif

Dalam agenda yang sama, Ketua Peneliti Vaksin Merah Putih di Universitas Airlangga Surabaya Prof Fedik Abdul Rantam optimistis vaksin Merah Putih sanggup menetralisasi Covid-19 terbaru yang relatif memiliki gejala ringan bagi pasien yang terinfeksi.

“Saya tidak takut bahwa kemampuan vaksin kita (vaksin Merah Putih) tidak bisa netralisasi. Sudah kami challenge dengan varian Delta yang bergejala lebih berat,” katanya.

Fedik mengatakan sampel varian Delta didapat dari dokter hingga staf Unair yang sebelumnya terinfeksi, lalu diteliti. “Delta itu campuran varian Afrika Selatan, Inggris, dan India, jadi campuran itu berarti virus sudah menginfeksi orang beberapa kali,” katanya.

Ia menambahkan para peneliti Unair siap mengembangkan vaksin Merah Putih yang saat ini berplatform inactivated virus ke dalam platform live attenuated virus atau virus aktif yang dilemahkan tetapi masih mampu menginfeksi inang dengan kondisi ringan.

Baca juga  Obat Gangguan Ginjal Akut dari Jepang Tiba di Indonesia

Live attenuated virus dapat diproduksi dengan melakukan kultur virus berulang-ulang hingga agen penyebab penyakit itu kehilangan kemampuan menimbulkan penyakitnya.

“Varian baru bisa saja nanti didesain untuk vaksin live attenuated yang dilemahkan, tetapi masih hidup itu masih bagus kita cari yang mild untuk netralisasi yang lain. Kalau inactivated adalah virus yang dimatikan karena DNA/RNA di dalamnya di-fragmanted. Live attenuated masih hidup tetapi gennya dilemahkan,” katanya.

Sumber: ANTARA