JAKARTA, BN NASIONAL
Penyediaan dan pendistribusian BBM subsidi Solar sampai dengan 28 Desember 2023 tersalurkan sebesar 17,46 juta kilo liter (KL), melebihi target 102,69 persen dari 17,0 juta KL.
Namun, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan pengawasan terhadap volume penyaluran BBM subsidi Solar. Hasilnya, pemerintah berhasil menghemat subsidi dan kompensasi setara Rp62,65 miliar.
Kepala BPH Migas Erika Retnawati mengatakan, pengawasan d ilakukan secara berkala, baik setiap bulan maupun secara triwulanan. Dari hasil verifikasi yang d ilakukan hingga November 2023, BPH Migas telah mengoreksi volume JBT Minyak Solar sebesar 6.172,547 kiloliter.
Koreksi volume terbesar berada pada sektor transportasi darat sebesar 6.027,07 kiloliter. Kemudian sektor transportasi laut sebesar 112,477 kiloliter, sektor perikanan sebesar 21,5 kiloliter, sektor layanan umum sebesar 10 kiloliter, dan sektor kereta api sebesar 1,5 kiloliter.
Peningkatan realisasi konsumsi JBT dan JBKP d isebabkan oleh peningkatan kegiatan masyarakat usai berlalunya pandemi Covid-19. Geliat perekonomian masyarakat ikut tumbuh dan menunjukkan respon positif terhadap konsumsi BBM.
Pemerintah mengantisipasi pendistribusian JBT minyak solar pada tahun 2024 dengan meningkatkan kuota menjadi sebesar 19 juta kiloliter. Selain itu, pengawasan JBT minyak solar juga dilakukan dengan menggunakan tools berupa barcode.(*)





