JAKARTA, BN NASIONAL
Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Polri berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp10,34 miliardalam melakukan pengawasan tindak pidana kegaitan usaha hilir migas di tahun 2023.
Hal ini d ilakukan dengan menindaklanjuti laporan dan pengaduan masyarakat, serta hasil pengawasan di lapangan dengan bekera sama bersama aparat penegak hukum.
Selain Polri, BPH Migas juga menjalin kerja sama dengan TNI, BIN, Kejaksaan, dan instansi lainnya termasuk Pemerintah Daerah.
Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan, selain melalukan pengawasan rutin berkala, BPH Migas juga bersinergi dengan Polri melalui kegiatan pemberian keterangan ahli.
Selama Januari sampai dengan 29 Desember 2023, terdapat 663 kegiatan pemberian keterangan ahli dengan jumlah total volume barang bukti sebesar 1.751.638 liter.
“Pada dugaan tindak pidana kegiatan usaha hilir migas dengan jenis barang bukti BBM Minyak Solar Bersubsidi, BBM Khusus Penugasan, Minyak Tanah Subsidi, Minyak Olahan dan BBM Non Subsidi dengan potensi penyelamatan sebesar kurang lebih 10,34 miliar rupiah,” kata Kepala BPH Migas Erika Retnowati saat konferensi pers capaian akhir tahun 2023 BPH Migas di Sentul, Sabtu (30/12/2023).
Pada tahun 2023, BPH Migas juga telah melakukan kerja sama dengan BIN dalam rangka penguatan kegiatan pengawasan agar subsidi energi dapat d isalurkan dengan tepat sasaran.
“Di samping itu juga secara intensif telah d ilaksanakan sosialisasi tugas fungsi dan capaian kinerja BPH Migas bersama dengan Komisi VII DPR RI,” ujar Erika.(*)





