JAKARTA, BN NASIONAL
Seluruh pejabat eselon I dan II di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas. Langkah ini merupakan salah satu akselerasi transisi energi di Indonesia.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, adopsi kendaraan listrik di BUMN merupakan komitmen untuk mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memimpin transisi energi.
“Ini adalah salah satu komitmen kami untuk mendukung kebijakan Presiden Jokowi dalam memimpin transisi energi. Kami ingin menjadi contoh bagi instansi pemerintah lainnya,” kata Erick di Kementerian BUMN, Rabu (3/1/2024).
Kendaraan listrik yang d igunakan oleh pejabat BUMN merupakan sewa dari penyedia kendaraan listrik. Erick mengatakan, langkah ini merupakan salah satu cara untuk mendorong pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
“Kami ingin mendorong pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Oleh karena itu, kami menggunakan kendaraan listrik yang d isewa dari penyedia kendaraan listrik dalam negeri,” kata Erick.
Penggunaan kendaraan listrik secara langsung memberikan penghematan yang signifikan d ibandingkan dengan kendaraan konvensional. Erick mengatakan, penghematan yang d idapat bisa mencapai 60%.
“Penggunaan kendaraan listrik secara langsung memberikan penghematan yang signifikan d ibandingkan dengan kendaraan konvensional. Jika d itinjau dari pagu fasilitas SBM APBN untuk kendaraan listrik, terdapat penghematan sekitar 60%,” kata Erick.
Erick mengatakan, kampanye penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk memimpin di sektor energi baru terbarukan (EBT).
“Kampanye penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional, tidak terlepas dari kebijakan besar Indonesia untuk memimpin di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT),” kata Erick.(*)





