25.4 C
Jakarta

Dari Target 635 Ribu, Pemerintah Baru Capai 567 Ribu BOPD

Published:

JAKARTA, BN NASIONAL

Pada 2023 lalu Pemerintah telah menetapkan target lifting minyak bumi di tahun 2024 sebanyak 635 ribu Barel Oil Per Day (BOPD). Namun pada Triwulan I 2024 ini realisasi masih jauh dari target.

Plt Direktur Jenderal Minyak Bumi (D irjen Migas) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, lifting minyak baru mencapai 567 ribu BOPD.

“Dapat kami laporkan realisasi sampai Maret 2024 sebesar 567,65 ribu BOPD atau 89,4% dari target APBN,” kata Dadan saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR, Rabu (29/5/2024).

Dadan membeberkan alasan lifting yang tidak mencapai target tersebut d ikarenakan berberapa faktor, sehingga target realistis hanya mampu di angka 596 ribu BOPD.

Prognosa capaian lifting minyak sepanjang 2024 itu pun d iketahui menurun d ibanding realisasi tahun 2023 di kisaran 605 ribu BOPD. Sementara untuk tahun 2025, Dadan membidik produksi minyak bumi Indonesia hanya di angka 597 ribu BOPD.

“Lifting migas akan di bawah target APBN 2024, kemudian target lifting minyak 2025 adalah 597 ribu BOPD,” ujar Dadan.

Sementara untuk produksi gas bumi, pemerintah mencatat realisasi hingga Maret 2024 lalu sebesar 885,46 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD) atau sekitar 85,7% dari target 1,03 juta BOEPD tahun ini.

Apabila memenuhi target, lifting gas Indonesia pada tahun ini bakal meningkat d ibandingkan realisasi tahun 2023 lalu yang hanya sebesar 960 ribu BOEPD.

Lalu untuk tahun 2025, Dadan menyebut target lifting gas di level 1,036 juta BOEPD atau sedikit meningkat d ibanding target tahun ini 1,033 juta BOEPD. Meski begitu, realisasi tahun ini ia prognosakan hanya berada di level 995 BOEPD, atau di bawah target APBN, seperti halnya prognosa lifting minyak.

“Lifting migas itu 596 ribu BOPD (minyak) dan 995 BOEPD (gas) atau di bawah target APBN 2024,” imbuh dia.

Guna mengupayakan lifting migas berada di level terbaik, dia menerangkan ada empat strategi utama. Salah satunya, ialah improving existing asset value lewat peningkatan pengeboran sumur pengembangan, workover, well services, hingga reaktivasi sumur-sumur idle.

Kedua, ialah transformation of resources to production melalui percepatan POD hingga percepatan onstream proyek-proyek hulu minyak dan gas bumi.

“Kedua ini transformasi dari sumber daya menjadi cadnagan, lalu dari cadangan menjadi produksi lewat proses POD dan percepatan onstream,” katanya.

Strategi selanjutnya, adalah memaksimalkan Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Waterflood. Misalnya, mempercepat proyek EOR seperti di Blok Minas.

Terakhir, ialah mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) supaya melakukan eksplorasi besar-besaran untuk mendapat d iscovery sesuai yang d iharapkan.

“Ini d ilakukan dengan meningkatkan eksplorasi di offshore, laut dalam, dan Indonesia Bagian Timur. Saat ini, terdapat juga temuan di Layaran dan Geng North tahun 2023,” jelasnya.**

Related articles

Recent articles

spot_img