JAKARTA, BN NASIONAL.
PT Timah Tbk (TINS) mengungkapkan smelter baru mereka, Top Submerged Lance (TSL) Ausmelt Furnance, menelan biaya investasi $US 80 juta. Ini pun belum beroperasi secara penuh.
Direktur Utama TINS, Ahmad Dani Virsal, menyatakan kesulitan memperoleh bahan baku bijih timah bergradasi rendah.
Juga sulit untuk mencari formulasi operasional yang tepat untuk smelter dengan kapasitas tahunan 40.000 ton tersebut.
Dalam pertemuan di DPR RI, Ahmad Dani Virsal menyampaikan fokus perusahaan pada pengembangan SDM dan proses belajar untuk operasi smelter yang optimal.
“Kami berharap dengan terus meningkatkan kompetensi, implementasi operasi penuh dapat segera kami lakukan,” ungkap Ahmad Dani.
D imulai pada akhir tahun 2022, TSL Ausmelt Furnance bertujuan memproses bijih timah bergradasi rendah, mendorong peningkatan produksi perusahaan secara bertahap untuk memenuhi permintaan.
Purwoko, Direktur Operasi TINS, sebelumnya menjelaskan peran smelter dalam rencana jangka panjang perusahaan.
“Menurut Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), kami harus mencapai 40 ribu ton dalam tiga tahun ke depan,” kata Purwoko.
PT Timah juga aktif dalam pengamanan aset dan penegakan aturan, termasuk kerja sama dengan penambang lokal untuk mengurangi aktivitas penambangan ilegal di wilayah konsesi mereka.
Inisiatif-inisiatif ini d iharapkan dapat memastikan pasokan bahan baku yang stabil untuk smelter, mendukung praktik produksi yang berkelanjutan.(*)





