PT Timah Tbk Hadapi Kendala Operasional Akibat Kasus Hukum

JAKARTA, BN NASIONAL

PT Timah Tbk (TINS) tengah menghadapi kendala operasional sehubungan dengan investigasi Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi dalam pengelolaan komoditas timah dari 2015 hingga 2022. Sekretaris Perusahaan TINS, Abdullah Umar, menyatakan kasus hukum ini berpengaruh pada operasi perusahaan.

“Operasi kami mengalami kendala, terutama pada armada dan perlu adanya perbaikan dalam tata niaga timah,” ujar Abdullah di DPR RI.

Produksi bijih timah TINS hingga kuartal III 2023 mencapai 11.201 ton, menurun dari tahun sebelumnya yang sebesar 14.502 ton. Produksi logam timah juga tercatat turun dari 14.130 metrik ton menjadi 11.540 metrik ton pada periode yang sama.

“Kami menargetkan produksi logam timah sekitar 26.000 ton tahun ini, namun kondisi membatasi sehingga mungkin tidak tercapai penuh,” ungkap Abdullah.

TINS juga mengalami kerugian sebesar Rp84,7 miliar di kuartal III 2023, dipicu penurunan harga dan permintaan timah global. Harga rata-rata logam timah turun dari $US35.026 per metrik ton di kuartal III 2022 menjadi $US27.017 per metrik ton tahun ini.(*)

Baca juga  Kementerian ESDM Resmikan Laboratorium ESDM Resmikan Lab dan Bengkel Motor Listrik