Film Dokumenter tentang Dukungan Prancis pada ISIS Dirilis

by admin
2 minutes read

Jakarta, BN Nasional — Siaran pers dari TRT World pada Kamis mengatakan film dokumenter The Factory akan “mengungkap jaringan jahat di balik pendanaan teror internasional”, pada peringatan keenam serangan teror Paris 2015, di TRT News, TRT World, dan TRT Arabi.

Film dokumenter itu adalah hasil dari penyelidikan dan analisis selama dua tahun terhadap lebih dari setengah juta dokumen, kata pernyataan tertulis dari saluran itu. Mereka menambahkan bahwa film itu mengungkapkan salah satu fenomena paling gelap dari Perang Suriah.

Film ini merinci mengapa perusahaan semen Prancis Lafarge memutuskan untuk tinggal di Suriah dan menjaga pabriknya tetap beroperasi selama perang. Bagaimana dana Uni Eropa dialihkan ke DAESH dan PKK, dengan sengaja dan menutup-nutupi badan intelijen Prancis. Langkah-langkah yang diambil oleh Politisi Prancis dan badan intelijen untuk menyelamatkan Lafarge dari proses hukum dan bagaimana proses pendanaan Daesh di Suriah akhirnya membiayai serangan Paris 2015.

Film dokumenter The Factory juga mencakup wawancara dengan tokoh-tokoh seperti mantan kepala direktorat jenderal keamanan eksternal Alain Julliet, mantan menteri keuangan Michel Sapin, mantan duta besar Prancis untuk Suriah Michel Duclos, mantan anggota parlemen Prancis Gerard Bapt, dan “spesialis dari intelijen dan keamanan Prancis , pengacara, mantan karyawan Lafarge dan korban serangan Paris”.

Film ini diproduksi oleh Exclusive News and Content Department of TRT World. Abdulkadir Karakelle berperan sebagai produser eksekutif dan sutradara, Omer Faruk Tunc sebagai produsernya, dan Guray Ervin sebagai direktur sinematografinya.

Dukungan Prancis untuk Daesh/ISIS

Dokumen yang diperoleh Anadolu Agency menunjukkan bahwa Lafarge memberi tahu badan intelijen Prancis tentang hubungannya dengan kelompok teror Daesh/ISIS.

Dokumen-dokumen tersebut mengungkap bagaimana Lafarge, yang dituduh terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan atas pendanaan operasi Daesh/ISIS di Suriah, memiliki hubungan dengan kelompok teror yang sepenuhnya disadari oleh intelijen Prancis.

Badan-badan Prancis, menurut data yang diperoleh, menggunakan jaringan Lafarge untuk mendapatkan informasi intelijen di wilayah tersebut dan mempertahankan operasi mereka.

Sumber.

related posts