GAZA, (Foto)
Ketika perang genosida Israel yang didukung AS di Jalur Gaza memasuki hari ke-116 pada hari Selasa, serangan udara dan artileri besar-besaran terus menghantam lingkungan, rumah dan pusat penampungan serta membantai lebih banyak warga sipil, kebanyakan anak-anak dan perempuan.
Seorang reporter Pusat Informasi Palestina (PIC) mengatakan bahwa tentara pendudukan Israel terus menyerang berbagai wilayah Gaza tadi malam dan Selasa pagi, menewaskan dan melukai puluhan warga.
Menurut kementerian kesehatan di Gaza, seorang wanita Palestina menjadi martir dan sembilan lainnya terluka ketika tentara Israel mengebom jalan-jalan dekat Rumah Sakit Al-Amal dan markas Bulan Sabit Merah di Khan Yunis, selatan Gaza.
Tentara Israel juga menyerbu gedung Bulan Sabit Merah dan Rumah Sakit Al-Amal, di tengah tembakan intensif dan serangan proyektil.
Beberapa tenda di halaman fasilitas Bulan Sabit Merah terbakar akibat serangan Israel.
Sumber lokal mengatakan bahwa tentara memerintahkan, dengan todongan senjata, keluarga pengungsi, pasien dan kru medis di gedung untuk mengungsi, sementara semua orang takut dibunuh oleh penembak jitu, drone atau tank Israel ketika mereka meninggalkan gedung atau mulai berjalan menjauh. .
Sementara itu, tentara Israel menghancurkan seluruh blok pemukiman di sebelah barat Khan Yunis, sementara gedung Rumah Sakit Nasser, yang terletak di kawasan yang sama, dikepung selama dua minggu berturut-turut.
Generator listrik di rumah sakit yang terkepung juga diperkirakan akan mati karena kekurangan bahan bakar, sementara semua orang yang berada di dalam fasilitas tersebut mulai menghadapi kelaparan setelah persediaan makanan habis.
Beberapa rumah dilaporkan diledakkan oleh tentara Israel di lingkungan selatan kamp pengungsi Khan Yunis.
Tiga orang syuhada juga dievakuasi dari lingkungan al-Satar al-Gharbi di Khan Yunis ke Rumah Sakit An-Najjar di Rafah setelah mereka ditembak mati oleh pasukan Israel.
Lima jenazah warga sipil dari keluarga yang sama di Khan Yunis ditemukan dari reruntuhan sebuah rumah yang dibom oleh tentara Israel sekitar tiga minggu lalu.
Menurut sumber media Palestina, 80 jenazah syuhada yang tidak teridentifikasi, beberapa di antaranya sudah membusuk, dikuburkan hari ini di kuburan massal di Rafah. Mayat-mayat tersebut telah dicuri oleh tentara Israel dari rumah sakit dan kuburan di berbagai wilayah Gaza selama serangan mereka, yang dimulai pada Oktober lalu.
Jenazah tersebut diserahkan kepada kru ambulans Palestina pada Selasa pagi melalui penyeberangan perbatasan Karam Abu Salem.
Sumber-sumber medis menegaskan bahwa mereka memeriksa beberapa jenazah dan menemukan bahwa organ-organnya telah diambil oleh otoritas pendudukan Israel.
Dalam insiden terkait, pesawat tempur Israel membom setidaknya enam gedung apartemen di sebelah barat Kota Gaza, menewaskan dan melukai puluhan warga sipil.
Tentara Israel juga meledakkan blok pemukiman di lingkungan Tel al-Hawa dan wilayah di sebelah barat Kota Gaza.
Korban lainnya dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Gaza setelah serangan udara dan artileri Israel tadi malam dan hari ini.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa tentara pendudukan Israel melakukan, selama 24 jam terakhir, 13 pembantaian di Jalur Gaza, yang mengakibatkan sedikitnya 114 warga sipil tewas dan 249 lainnya terluka.





