Indika Energy Boncor Setengah Triliun Karena IUPK

Jakarta, BN Nasional – Dampak peralihan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) memberikan kerugian bagi perusahaan dengan adanya kenaikan royalti.

Salah satu perusahaan yang terdampak adalah Indika Energy melalui anak perusahaanya Kideco Jaya Agung. PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatatkan laba bersih USD58,92 juta atau setara Rp880,9 miliar di kuartal I 2023. Capaian itu turun dari periode yang sama tahun sebelumnya USD75,04 juta. Sedangkan laba inti perseroan tercatat USD82,7 juta atau turun sebesar 12,9 persen dari periode yang sama tahun 2022 yang tercatat USD95,1 juta.

Direktur dan Group Chief Financial Officer Retina Rosabai mengatakan, penurunan kinerja karena adanya permberlakuan tarif royalti batubara yang baru untuk pemegang IUPK yang cukup tinggi dari 13,5 persen menjadi 34 persen di Kuartal I 2023.

Baca juga  Sandiaga Yakin Target 4.000 Restoran Indonesia di Luar Negeri Tercapai

“Untuk laba inti turun 13 persen dibandingkan tahun lalu bahwa selain ada kenaikan di royalti yang cukup signifikan memang income tax nya di Kideco sendiri dari 45 persenn menjadi 22 persen, tetapi kita juga membayarkan additional 10 persen after tax income, 10 persen pembayaran untuk pemerintah,” kata Retina saat Paparan Publik Indika Energy, Kamis (25/5/2023).

Retina menjelaskan, perusahaan mengalami kerugian USD 38,9 USD sekitar Rp 582 miliar (kurs Rp 14.900) yang disebabkan pembayaran pajak royalti di Kuartal I 2023 jika dibandingkan dengan tahun kemarin yang masih menggunakan aturan royalti bagi pemegang izin PKP2B.

“Perubahan pajak tersebut yang royalti dan income tax itu berkurang dibanfingkan kalau masih PKB2B. Kalau hari ini kita masih PKP2B belom tergantikan jadi IUPK jadi keuntungan perusahaan itu berkurang 38,9 juta

Baca juga  Optimalkan Hilirisasi, PT Timah Industri Bangun Pabrik Tin Solder Powder

Namun, Indika Energy masih baik di kuartal I 2023, yang disumbangan dari Kideco sekitar 71 persen terhadap pendapatan Indika Energy secara keseluruhan.

“Sumbangan dari Kideko untuk overall all dari revenue kita masih sekitar 71 persen di kuartal I tahun 2023 sedikit naik dibandingkan tahun lalu. Walaupun kita sudah divestasi Petrosea, again ini karena harga jual batubara yang masih cukup tinggi,” jelasnya. (Louis/Rd)