MIP Batubara Dirombak, Ada Apa?

Jakarta, BN Nasional – Pemerintah berencana membentuk Mitra Instansi Pemerintah (MIP) untuk menggantikan Badan Layanan Umum (BLU) batubara untuk menutup selisih antara harga pasar dan harga kewajiban pasar dalam negeri (DMO).

Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif mengatakan, isu royalti dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sudah rampun, namun masih diperbaiki lagi formulasi Harga Batubara Acuan (HBA).

“Royalti sudah, PPN sudah selesai, sekarang ada permintaan untuk merombak lagi, merubah, memperbaiki HBA. Dianggap beberapa perusahaan masih tinggi sehingga nanti periodenya HBA yang baru fungsi dari 2 bulan sebelumnya kan pake indeks 0,7 sama 0,3, nanti kalau jadi mungkin diperpendek jadi sebulan,” kata Irwandy saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (21/7/2023).

Formulasi HBA nantinya akan dirubah menyesuai dengan kondisi saat ini dalam periode yang ditentukan,

Baca juga  Dana JETP Hanya Katalis Transisi Energi, Peneliti Sebut "Subsidy Swaps" Jadi Opsi

“Sudah tinggal itu aja, mudah-mudahan ya cepet,” katanya.

Kementerian ESDM menargetkan MIP ini dapat cepat terselesaikan agar dapat direalisasikan, namun proses perubahan ini akan diteruskan ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves)

“Ya secepetnya dong cuman kan ini perlu proses gitu yang tadi, dibalikin lagi koordinasi ke Kemenko Marves,” katanya.

Saat ini pasokan batubara dalam negeri masih relatif aman, apalagi pengusaha batubara takut tidak memenuhi DMO karena denda sudah mengalami kenaikan.

“Kalau dalam negeri pasti aman dengan adanya DMO kan, nah apalagi denda DMO itu dinaikkan sehingga yang tidak memenuhi DMO itu jauh lebih tinggi sehingga harapannya tidak ada yang melanggar,” jelasnya.

Hinga saat ini MIP masih dapat diberlakukan walaupun harga batubara terus turun, perusahaan batubara masih terus berproduksi mengingat harganya yang masih ekonomis.

Baca juga  Sah! MIND ID Pegang 34% Saham Vale Usai Tuntaskan Transaksi

“Ya masih lah (berproduksi), kecuali harga batubara anjlok sekali, waduh gaada cerita itu. Jalan tetep jalan spt biasa, ya HBA turun terus selama masih ekonomis kan mereka masih produksi,” jelasnya. (Louis/Rd)