Atasi Kelangkaan Rig, PDSI Beli Baru Ratusan Miliar

Jakarta, BN Nasional – Kelangkaan rig untuk pengeboran lapangan minyak dan gas (Migas) sedang melanda sektor hulu sejak para pelaku usaha mengurangi kegiatan pengeboran pada Pandemi Covid-19 tahun 2020-2022 lalu.

Permasalahan itu membuat PT Pertamina Driling Service Indonesia (PDSI) menggelontorkan dana sebanyak $35 juta atau setara Rp530 miliar untuk membeli empat rig yang rencananya digunakan untuk Blok Rokan dan Zona 7 yang Regional Jawa Barat.

Direktur Utama PDSI Rio Dasmanto mengatakan, pihaknya saat ini sudah memiliki 47 rig dan menambah dua rig dengan tenaga 750 horse power (Hp) dan dua rig dengan tenaga 550 Hp.

“Kalau yang 2×750 budget kita $20 juta USD, dan 2×550 lebih kecil sedikit. Kita saat ini sedang melihat investas, karena permintaan yang mendadak tahun ini. 2×550 kita mengajukan perubahan anggara, kalau budget tidak terlalu jauh,” kata Rio, Jakarta, Kamis (10/8/2023).

Baca juga  Wilayah Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Indonesia, Calon Ibu Kota Baru Juga Termasuk

Proses penyediaan rig saat ini membutuhkan waktu yang lebih lama dari sebelumnya yang hanya butuh waktu 6 bulan. Salah satu produsen rig asal California Amerika Serikat (AS), yakni Caterpillar saat ini membutuhkan waktu satu tahun untuk membuat satu unit rig.

Masalah yang timbul dari pembuatan rig ini adalah ketersediaan mesin utamanya, untuk komponen menara masih normal dan tidak terkendala.

“Kita biasa pakai Caterpilar yang biasa 6 bulan, sekarang gak bisa. Mereka bergeser 9 bulan dan sudah tidak sanggup produksi 9 bulan malah hampir 1 tahun,” jelas Rio.

Rio menilai, dengan tambahan rig ini dapat mengakselerasikan target produksi 1 juta barel per hari pada tahun 2030.

“Kita juga membuka opsi engine lain tapi yang sudah teruji. Tidak sembarangan merk bisa masuk,”katanya. (Louis/Rd)