Tahun 2040, Penambahan Pembangkit Listrik 75 Persen Berasal dari EBT

Jakarta, BN Nasional – Pemerintah saat ini sedang melakukan perubahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang akan berlaku sampai tahun 2040. Dalam usulan terbaru, terdapat penambahan 75 persen pembangkit listrik dari energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, sebelumnya, PLN sudah mengeluarkan RUPTL paling hijau dengan penambahan kapasitas berbasis pada (EBT).

“Saat ini sedang ada diskusi perubahan RUPTL yang diperkirakan akan sampai 2040. Di RUPTL yang baru ini kita petakan perpaduan antara sumber-sumber EBT,” kata Darmawan dalam acara Nusantara Power Conect di Jakarta, Senin (11/9/2023).

Nantinya akan ditambah juga green enabling transmission line dan smart grid yang akan memanfaatkan EBT dari semua potensi yang ada di Indonesia mulai dari air, panas bumi, angin, matahari, ombak, dan seluruh yang ada di Indonesia.

Baca juga  Impor Kedelai Lambat, Buwas Ungkap Pihaknya Tidak Bisa Asal

“Penambahan energi dalam RUPTL yang baru yang sedang kita rancang ini adalah 60 GW penambahan pembangkit di Indonesia sampai 2040 berbasis pada EBT, artinya itu 75 persen penambahan pembangkit akan berbasis pada energi baru terbarukan, dan sisanya akan berbasis pada gas,” jelas Darmawan.

Dengan penambahan 75 persen dari pembangkit listrik dari EBT dan gas akan mengurangi emisi sebanyak 60 persen, jika dibandingkan dengan penggunaan PLTU batubara.

“Kita menyelaraskan bagaimana ada kesimbangan antara pertumbuhan envoirmental suistability dengan adanya perencanaan yang baru ini, tentu saja harapannya adalah Bagaimana Pertumbuhan ekonomi bisa terjaga,” jelasnya.