Ditjen Migas Realisasikan 22,4% Anggaran TA 2023

Jakarta, BN Nasional – Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah merealisasikan 22,4% atau Rp341,62 miliar dari total anggaran TA 2023 sebesar Rp1,52 triliun.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR mengatkan, capaian itu menandakan pihaknya telah memenuhi target yang sebelumnya telah ditetapkan, yakni 22,38% realisasi anggaran per Mei 2023.

“Realisasi Ditjen Migas, termasuk Satker Lemigas per 31 Mei 2023 adalah 22,4%, dengan demikian target tercapai,” kata Tutuka di, Selasa (6/6/2023).

Dia merinci kinerja itu terdiri dari realisasi empat wilayah kerja (WK) migas yang ditawarkan dari target 10 WK, pemanfaatan 68,15% gas domestik dari target 67%, serta dari indikator Service Level Agreement perizinan migas berhasil terealisasi enam hari dari target delapan hari baik pada hulu maupun hilir minyak dan gas bumi.

Baca juga  Dekan FEB UI: Kawasan Indonesia Timur Jadi Magnet Baru Tujuan Investasi Asing

Soal lifting minyak, Ditjen Migas mencatat realisasi 606 MBOPD per April 2023 dari target 660 MBOPD dan lifting gas bumi sebanyak 949 MBOEPD dari target 1.100 MBOEPD. Kemudian, Indonesian Crude Price (ICP) berhasil menyentuh US$76,41 per barel dari target yang dicanangkan sebesar US$90 per barel.

“Lalu penerimaan SDA migas dari target Rp131,2 triliun berhasil terealisasi Rp40,9 triliun dan penerimaan BLU migas terealisasi Rp37,1 miliar dari target Rp150 miliar,” katanya.

Dari sisi investasi, penanaman modal di industri migas Indonesia baru terealisasi US$2,9 miliar per April 2023 dari target yang ditentukan US$17,4 miliar. Sedangkan penyaluran BBM dan LPG terdiri dari minyak tanah 0.2 juta KL dari target 0,5 juta KL, solar 6,96 juta KL dari target 17 juta KL, serta LPG 3,32 juta MT dari target 8 juta MT.

Baca juga  Pengembangan Kawasan Industri Manufaktur untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Pada aspek infrastruktur, Ditjen Migas telah mengalokasikan 13.000 paket converter kit (konkit) nelayan di 48 kabupaten/kota dan 39.000 paket konkit untuk petani di 70 kabupaten/kota. Per 31 Mei 2023, Tutuka menyebut progresnya sudah mencapai penandatanganan Kepmen Penugasan.

“Infrastruktur juga termasuk pipa gas Cirebon-Semarang (Cisem), telah terlaksana satu ruas Semarang-Batang dengan realisasi fisik 93,61% dan realisasi keuangan 71,51% terhadap total kontrak,” jelasnya.

Sebagai informasi, Ditjen Migas Kementerian ESDM mendapat jatah anggaran sebesar Rp1,52 triliun sepanjang tahun ini, terdiri dari belanja barang Rp811,5 miliar, belanja modal Rp609,66 miliar, serta belanja pegawai Rp104 miliar.

Tutuka menjabarkan anggaran itu mayoritas bersumber dari rupiah murni sebanyak Rp1,2 triliun atau 84,8%, BLU Rp150 miliar atau 9,83%, PNBP Mineral dan Batubara Rp63,9 miliar atau 4,2%, serta PNBP Minyak dan Gas Bumi Rp17,86 miliar atau 1,17%.

Baca juga  Hilirisasi Barang Mentah Harus Tetap Berjalan Meskipun Diintervensi WTO

Untuk TA 2024, Tutuka mengajukan postur anggaran Ditjen Migas sebesar Rp1,77 triliun dalam RAPBN dengan infrastruktur dan survei SDA masih memegang porsi tertinggi, yakni 73,95% dari total anggaran yang diajukan tersebut.

“Untuk publik non-fisik porsinya 8,98% dan sisanya untuk pelayanan internal 17,07%,” katanya. (Louis/Rd)