PNBP Minerba Lampaui Rp54 Triliun Pada Triwulan I

Jakarta, BN Nasional – Pada tahun 2022 subsektor Mineral dan Batubara (MInerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berhasil menyerap sebanyak 183 triliun untuk Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP). Triwulan I tahun 2023 subsektor Minerba juga memberikan hasil yang dapat memberikan angka yang baik.

Plt. Dirjen Minerba Kementerian ESDM Muhammad Wafid melaporkan bahwa subsektor minerba berkontribusi sebesar Rp54,95 triliun atau 64% dari target yang dipatok senilai Rp85,24 triliun.

“Untuk investasi subsektor minerba pada triwulan I 2023 telah tercapai US$1,58 miliar dari target US$7,7 miliar atau realisasi sekitar 20%,” kata Wafid dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Selasa (6/6/2023).

Target PNBP 2022 sendiri diketahui menurun dibandingkan target tahun sebelumnya sebesar Rp101,84 triliun dan berhasil terealisasi Rp183,35 triliun. Sedangkan pada 2021, realisasi PNBP minerba mencapai Rp75,38 triliun atau jauh melesat dari target Rp39,1 triliun.

Baca juga  Pengamat Menilai, Gerakan Turun ke Jalan Satu-satunya Cara Kritik Pemerintahan Jokowi dan Pembantunya

Soal investasi, Wafid menyebut realisasinya pada 2021 sebesar US$4,52 miliar dan meningkat pada 2022 menjadi US$5,6 miliar. Untuk itu, tahun ini ditargetkan investasi subsektor minerba bisa tembus hingga US$7,7 miliar.

Lebih lanjut mengenai kinerja subsektor minerba sepanjang triwulan I 2023 salah satunya terdiri dari pemanfaatan batubara dalam negeri (DMO) sebesar 34 juta ton dari target 176 juta ton. Target itu juga menurun dibandingkan realisasi DMO tahun 2022 yang menyentuh 215 juta ton.

“Pemanfaatan batu bara dalam negeri atau DMO pada triwulan I telah mencapai 34 juta ton dari target 176 juta ton atau realisasi 19%. Sedangkan produksi batu bara pada triwulan I mencapai 167 juta ton dari target 694 juta ton atau realisasi sebesar 24%,” jelasnya.

Wafid menjabarkan hingga triwulan I 2023, produksi komoditas emas berhasil tembus 19,1 ton, perak 81,8 ton, timah 9.500 ton, ferronickel sekitar 106.200 ton, serta nickel matte di rentang 21 ribu ton.

Baca juga  Penerimaan PNBP Sektor Minerba Tahun 2023 Turun dari Tahun 2022

Untuk tahun ini, produksi emas ditargetkan menyentuh 106 ton, perak sebesar 489 ton, timah 70 ribu ton, ferronickel 628 ribu ton, dan nickel matte 75 ribu ton.

Soal nikel, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hasil ekspor produk olahan hilirisasi bijih nikel mencapai 81 ribu ton dengan nilai penjualan mencapai US$654,5 juta atau setara dengan Rp9,9 triliun sepanjang Januari 2023 lalu.

“Capaian produksi mineral utama itu berkorelasi dengan setoran PNBP subsektor minerba yang cukup positif,” katanya. (Louis/Rd)