Jakarta, BN Nasional – Indonesia menjadi negara dengan jumlah ekspor komoditas timah terbesar di dunia, dan negara penghasil timah terbesar nomor dua setelah China, tetapi Indonesai hingga saat ini masih belum dapat menjadi acuan untuk harga timah dunia. London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Metal Market (SMM) menjadi acuan harga timah dunia.
November 2022 lalu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia sebagai negara penghasil timah dapat menentukan harga sendiri dan tidak mengacu kepada negara lain.
“Jangan negara lain tentukan. Bayangkan negara lain yang bukan penghasil timah menentukan harga timah. Jadi dengan kita membangun hilirisasi, pengusaha-pengusaha nasional bisa mengambil bagian, maka kita bisa menentukan harga timah dunia,” kata Bahlil, Jakarta, Jumat (25/11/2022).
Tentu untuk dapat menentukan harga sendiri, Bahlil Lahadalia tengah mengupayakan agar ruang investasi hilirisasi timah ini dapat dimaksimalkan oleh para pengusaha nasional karena investasinya terbilang murah dan riisikonya rendah.
Sementara itu, Direktur Jendral Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Ridwan Djamaludin saat ditanyai apakah Indonesia dapat menentukan harga timah sendiri, beliau mengatakan hal itu mungkin terjadi dan menyinggung negara yang mengatur harga tanpa memiliki sumber daya alam.
“Ada juga sih (menentukan harga timah), memang betul banyak negara yang tidak punya apa-apa tapi ngatur-ngatur,” kata Ridwan, Jakarta, Selasa (31/1/2023).





