Mulai 11 November Masuk ke Singapura Cukup Menunjukkan Hasil Tes Antigen

by admin
2 minutes read

Jakarta, BN Nasional — Para wisatawan dari negara-negara ini akan diizinkan untuk menunjukkan hasil rapid test antigen (ART) negatif yang diberikan dalam waktu dua hari sebelum keberangkatan ke Singapura.

Ini adalah alternatif dari sebelumnya yang mewajibkan hasil tes PCR.

Pemerintah Singapura pada hari Senin juga mengumumkan, sebanyak 23 negara yang sebelumnya dianggap oleh negeri-kota itu memiliki risiko infeksi Covid-19 tertinggi, termasuk Laos dan India, akan lebih dilonggarkan pembatasan perbatasannya.

Mulai 11 November, wisatawan dari negara-negara ini akan diizinkan untuk menjalani pemberitahuan tinggal di rumah (Stay-Home Notice/SHN) selama 10 hari di rumah atau di hotel pilihan mereka. Mereka diharuskan melakukannya di fasilitas khusus SHN.

Singapura juga akan membuka tiga jalur perjalanan vaksin (VTL/vaccinated travel lanes) untuk wisatawan Malaysia, Swedia dan Finlandia. Mereka akan meningkatkan kuota harian menjadi total 6.000 pelancong mulai 29 November. Kuota harian saat ini adalah 4.000 pelancong.

Pelancong VTL juga akan diizinkan untuk menunjukkan tes ART negatif yang dilakukan sebelum terbang ke Singapura.

Pelancong yang divaksinasi akan dapat mengambil penerbangan antara Bandara Changi dan Bandara Internasional Kuala Lumpur tanpa karantina mulai 29 November.

Akan ada enam penerbangan yang ditunjuk untuk perjalanan bebas karantina antarnegara sebagai permulaan. Aplikasi untuk skema ini akan dimulai pada 22 November.

Pelancong dari Swedia dan Finlandia juga dapat mengajukan permohonan perjalanan VTL dari tanggal yang sama, untuk perjalanan bebas karantina mulai 29 November. Baik Swedia dan Finlandia sudah mengizinkan masuknya orang yang bepergian dari Singapura.

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung, yang mengepalai satuan tugas multi-kementerian yang menangani pandemi mengatakan, meskipun ada peningkatan kasus di Eropa, tingkat infeksi di sana “tidak di luar kendali” dan tetap lebih rendah dari 46 kasus Singapura dari setiap 100.000 orang. .

Denmark dan Jerman mencatat sekitar 28 kasus per 100.000 orang dan di Spanyol, angkanya di bawah lima per 100.000.

Menteri Perhubungan S. Iswaran mengatakan pengalaman VTL Singapura sejauh ini telah memberikan kepercayaan diri untuk lebih memperluas program tersebut.

Dia menunjukkan, pada 7 November, hampir 18.000 orang telah memasuki Singapura melalui skema VTL. Dari jumlah tersebut, 17 dites positifm hanya sekitar satu dari setiap 1.000.

“Kami akan membuka kembali dengan cara yang hati-hati dan terkalibrasi, dengan yang terpenting untuk melindungi kesehatan masyarakat,” katanya.

Sumber.

related posts