Presiden Turki Berjanji Perkenalkan Konstitusi ‘Sipil’ Baru

BN Nasional – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Rabu berjanji untuk memperkenalkan konsep “konstitusi sipil” baru.

“Kami akan bekerja sama untuk mendatangkan konstitusi sipil ke Turkiye,” kata Erdogan setelah rapat Kabinet, yang berlangsung lebih dari delapan jam, di ibu kota Ankara.

“Kami ingin melanjutkan perjalanan di abad kedua republik kami dengan konstitusi sipil, liberal, yang mencakup semua segmen,” tegas dia.

Erdogan menekankan pentingnya meninggalkan konstitusi saat ini yang telah dibentuk oleh junta setelah kudeta militer pada 1980.

Erdogan juga memuji sistem presidensial yang saat ini dianut oleh negara itu, dengan mengatakan: “Bangsa kami menolak proposal untuk kembali ke sistem lama dengan hasil pemilihan pada 14 Mei dan 28 Mei. Dengan ini perdebatan kembali ke sistem parlementer ditutup tanpa batas waktu.”

Baca juga  Koalisi pimpinan Saudi gagalkan serangan kapal Houthi di Laut Merah

Turkiye mengadopsi sistem pemerintahan presidensial eksekutif pada tahun 2017 setelah referendum.

Para pejabat Turkiye memuji manfaat dari sistem baru tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu menghilangkan hambatan dalam pengelolaan dan memungkinkan kerja pemerintahan yang lebih cepat.

Kunjungan ke Siprus Utara, Azerbaijan

Setelah terpilih kembali pada 28 Mei, Erdogan mengatakan dia melakukan kunjungan luar negeri pertamanya ke Republik Turki Siprus Utara (TRNC) dan Azerbaijan.

“Kami akan melanjutkan perjuangan kami bahu-membahu dengan Siprus Turki, yang merupakan bagian integral dari bangsa Turki. Kami tidak akan pernah membiarkan hak negara kami atau TRNC dirampas,” tekan dia.

Beralih ke Azerbaijan, Erdogan mengatakan selama pertemuan dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mereka mengambil banyak keputusan untuk meningkatkan hubungan bilateral.

“Kami telah menentukan tujuan bersama untuk meningkatkan volume perdagangan menjadi USD15 miliar,” tambah Erdogan.

Baca juga  LSU dan Texas Utara bermain dalam pertarungan NIT

Presiden juga mengatakan bahwa pendirian universitas Turkiye-Azerbaijan akan menjadi prioritas mereka.

“Kami menekankan dukungan kami untuk proses normalisasi yang sedang berlangsung dengan Armenia,” tukas dia. (Tr/Rd)

Sumber : Anadolu