Peran Penting Timah Dalam Kehidupan yang Belum Tergantikan

Jakarta, BN Nasional – Produk timah merupakan bahan yang umum digunakan dalam industri elektronik dan kehidupan sehari-hari. Hingga saat ini tidak ada pengganti langsung yang secara universal menggantikannya karena memiliki karakteristik yang unik.

Menurut laporan International Printed Circuit (IPC) dari data 18 produsen solder terkemuka di dunia, tahun 2020 sebanyak 51,756 MT dan tahun 2021 meningkat menjadi 61,593 MT. Jumlah tersebut hanya gambaran dari 18 produsen, kenyataanya jumlah produksi timah solder jauh lebih besar.

Dalam beberapa dekade terakhir, permintaan global terhadap timah terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan teknologi di berbagai negara.

Data OEC World menyebutkan, Indonesia berkontribusi terhadap 34,1% nilai ekspor timah dunia pada 2020. Nilainya mencapai USD 1,29 miliar atau Rp19,22 triliun (kurs= Rp14.900/USD).

Ketua Asosisasi Solder Indonesia (ASI) Lay Rusli juga mengatakan, hingga saat ini solder (alloy) masih populer, karena bebas timbal dan material mayoritas dalamnya adalah timah.

“Untuk solder alloy timah/sn belum bisa digantikan logam lainnya,” kata Lay Rusli, Jakarta, Kamis (8/6/2023).

Baca juga  Aldi Taher Ajak Presiden Jokowi Cobain Makanan Khas Bangka di Pondok Ifong Kalideres

Timah ini mayoritas banyak digunakan untuk solder, tin plate, tin chemical, tin coating, tin foil, tin pipe, tin tube, tin wire, tin plating steel sheet, tin coating plastic sheet, dan kendaraan listrik/electric vehicle (EV) .

“Semua barang elektronik dirakit/assembling menggunakan solder, tidak ada barang elektronik tanpa solder. Otomotif saat ini mengarah EV, pemakaian solder untuk part semakin banyak,” jelasnya.

Selaras dengan hal itu, Ketua Asosiasi Industri Timah Indonesia (AITI) Ismiryadi mengatakan, mineral lain tidak dapat menggantikan timah terutama untuk solder di industri elektronik. Timah yang memiliki konduktivitas listrik baik membuatnya cocok digunakan untuk menghubungkan komponen pada Printed Circuit Board (PCB).

“Menurut saya sampai hari ini belom ada (pengganti timah), karena kita tidak bisa menyolder alat elektronik dengan baja atau nickel, harus ada unsur timahnya,” kata Imiryadi, Jakarta, Kamis (8/6/2023).

Selain untuk elektronik, banyak kebutuhan sehari-hari yang bergantung pada timah, seperti peralatan rumah tangga, perhiasan, kaca, kimia, dan pipa anti timbal yang dirancang khusus untuk sistem pipa air minum karena lebih sehat.

Baca juga  Kode Erick Thohir Kepada Ahok untuk Pegang Pertamina

“Penggunaan kandungan timah ini bukan hanya elektronik saja, bukan hanya teknologi saja, unsur makanan juga banyak, seperti pelapis makanan, pembungkus makanan itu semua dari unsur timah, tidak bisa gunakan itu dari nikel,” katanya.

Indonesia adalah produsen timah terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Indonesia memiliki cadangan timah yang signifikan dan memiliki peran penting dalam pasar global timah.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian PerindustrianTaufik Bawazier mengatakan, sudah ada perusahaan hilir timah yang menhasilkan produk turunan dari timah di Kota Cilegon.

“Kalo timah dilarikan ke chemical, karena banyak dipake katalis itu yang kita dorong. Sudah ada timah chemicel di Cilegon itu, sekitar 10.000 ton,” kata Taufik, Kamis (8/6/2023).

PT Timah Industri yang beroperasi di Kota Cilegon Provinsi Banten berdiri sejak tahun 2008, pada tahun 2009 barulah perusahaan mulai mengembangkan industri hilir timah, tahun 2010 Timah Industri mulai memproduksi tin chemical dan tin solder di tahun 2015.

Baca juga  Kemenparekraf Bersama OYO Kembangkan Desa Wisata Berbasis Digital

Timah Industri telah melakukan hilirisasi logam timah dengan membuat produk tin chemical dan tin solder untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor ke Amerika, India, China, Taiwan dan beberapa negara Eropa.

Timah Industri memiliki 3 pabrik kimia dan 1 pabrik tin solder yaitu Stannic Chloride (SnCl4) berkapasitas 3.000 ton dengan merek BANKASTANNIC, Dimethyltin Dichloride (DMT) berkapasitas 8.000 ton dengan merek BANKASTAB DMT Series, kemudian, Methyltin Stabilizer (MTS) berkapasitas 10.000 ton dengan merek BANKASTAB MT Series, dan tin solder berkapasitas 2.000 ton dengan merek BANKAESA.

Produk tin solder digunakan pada industri elektronik dan otomotif, sedangkan tin chemical digunakan pada industri Polyvinyl chloride (PVC) sebagai bahan aditif tin stabilizer untuk pembuatan pipa konstruksi, profile, plastik PVC transparan dan lainnya. (Louis/Rd)