Jakarta, BN Nasional – Ridwan Djamaludin yang pernah memimpin Provinsi Bangka Belitung (Babel) dari Mei 2022 sampai Maret 2023 mememberikan respon terkait ramainya pembicaraan pencalonan dirinya menjadi Gubernur Babel.
Saat dijumpai di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dirinya menjawab tidak ada rencana untuk maju di ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Babel.
“Enggak sih, sekarang saya mau tenang-tenang dan santai-santai menikmati dulu,” katanya, Selasa (8/8/2023).
Sebelumnya, dirinya tidak lagi menjabat sebagai komisaris di holding industri pertambangan pelat merah PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) terhitung sejak 16 Juni 2023. Lepasnya jabatan Komisaris ini berkaitan erat dengan dilarangnya kepala daerah yang memang jabatan Komisaris/Direksi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2022 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 2005 tentang pendirian, pengurusan, pengawasan, dan pembubaran Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, Anggota Komisaris dan Dewan Pengawas dilarang menjadi pengurus partai politik dan/atau calon/anggota legislatif, calon kepala/wakil kepala daerah dan/atau kepala/wakil kepala daerah.
“Oh gitu, baru tau malahan saya,” jawab singkat Ridwan.
Ridwan tak lagi menjabat Komisaris usai MIND ID menggelar Raoat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda pergantian susunan Dewan Komisaris yang mengesahkan pengangkatan Jisman P, Hutajulu menggantikan Ridwan Djamaludin.
“Itu kewenangan yang ngatur-ngatur,” katanya.
Usai pensiun dari Direjtur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM dan Pj Gubernur Babel, Ridwan memilih untuk menikmati masa pensiunnya dengan bersantai terlebih dahulu.
“Enggak sih, skrng saya mau tenang-tenang dan santai-santai menikmati dulu. Nanti aja ya mas, seru nih pertanyaanya,” kata Ridwan. (Louis/Rd)





